Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN perlawanan Palestina Hamas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menetapkan persyaratan baru. Itu dimasukkan Netanyahu dalam proposal gencatan senjata dan pertukaran sandera Gaza yang dinegosiasikan di Doha, Qatar.
"Usulan baru tersebut memenuhi persyaratan Netanyahu dan sejalan dengannya, khususnya penolakannya terhadap gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan dari Jalur Gaza, dan desakannya untuk melanjutkan pendudukan di Persimpangan Netzarim (yang memisahkan utara dan selatan Jalur Gaza), penyeberangan Rafah, dan Koridor Philadelphia (di selatan)," kata Hamas dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu, Senin (19/8).
Netanyahu juga menetapkan persyaratan baru dalam berkas pertukaran sandera dan menarik kembali persyaratan lainnya, yang menghambat penyelesaian kesepakatan. Menyusul putaran perundingan terkini di Doha, Hamas menegaskan sekali lagi bahwa Netanyahu masih menempatkan hambatan-hambatan dalam upaya mencapai kesepakatan.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Mundur dari Konseksi Utama dalam Negosiasi Gencatan Senjata dengan Hamas
"Dia (Netanyahu) menetapkan syarat-syarat dan tuntutan-tuntutan baru untuk menyabotase upaya-upaya mediator dan memperpanjang perang,” tambah Hamas.
Gerakan tersebut menegaskan komitmennya terhadap apa yang disepakati pada 2 Juli, berdasarkan proposal yang didukung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ia meminta para mediator untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan memaksa pendudukan (Israel) untuk melaksanakan apa yang telah disepakati. Pembicaraan gencatan senjata di Doha berakhir pada hari Jumat setelah mengajukan proposal yang mempersempit kesenjangan antara Israel dan Hamas yang konsisten dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Biden pada 31 Mei.
Baca juga : 72 Persen Publik Israel Ingin Netanyahu Mundur Setelah Serangan Hamas 7 Oktober
Biden mengatakan pada bulan Mei bahwa Israel mengajukan kesepakatan tiga tahap yang akan mengakhiri permusuhan di Gaza dan menjamin pembebasan sandera yang ditawan di daerah kantong pantai tersebut. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran sandera-tahanan, dan pembangunan kembali Gaza.
Israel telah menewaskan lebih dari 40 ribu warga Palestina sejak serangan lintas perbatasan pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan sekitar 250 orang disandera. Tindakan Israel telah memicu bencana kemanusiaan dan persidangan yang sedang berlangsung atas dugaan genosida di Mahkamah Internasional.
Selama berbulan-bulan, AS, Qatar, dan Mesir telah berupaya mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk memastikan pertukaran sandera-tahanan dan gencatan senjata, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata selama seminggu dan pertukaran sandera dengan imbalan tahanan Palestina berakhir pada 1 Desember. (I-2)
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved