Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA 11 orang tewas dan 19 lainnya terluka dalam serangan roket di lapangan sepak bola di Kota Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Kelompok perlawanan di Libanon, Hizbulloh menolak tuduhan Zionis mereka berada di balik aksi tersebut.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas. Dia menuduh kelompok Hizbullah melakukan serangan pada Sabtu (27/7) itu.
“Informasi intelijen kami jelas. Hizbullah bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak tak berdosa. Kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Hizbullah dan kami akan bertindak,” kata Hagari, dilansir dari Aljazeera, Minggu (28/7).
Baca juga : Hizbullah Ancam Memperluas Target Serangan Jika Israel Terus Menyerang Libanon
Hizbullah dengan cepat membantah bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut telah terlibat baku tembak dengan pasukan Israel di daerah dekat perbatasan Israel-Libanon sejak 8 Oktober, ketika Israel melancarkan perang di Gaza.
Serangan lintas perbatasan, yang menurut Hizbullah dilancarkan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di tengah perang Israel di Gaza, telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih besar.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan terbang pulang lebih awal dari perjalanannya ke Amerika Serikat.
Baca juga : UNICEF Kecam Serangan Udara Tewaskan Anak-Anak di Libanon
"Segera setelah mengetahui bencana di Majdal Shams, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan agar kepulangannya ke Israel dipercepat secepat mungkin," kata kantor Netanyahu dalam sebuah unggahan di X.
Netanyahu juga mengatakan kepada pemimpin komunitas Druze di Israel, “Hizbullah akan membayar harga yang mahal, harga yang belum pernah mereka bayar,” dalam sebuah panggilan telepon, menurut sebuah pernyataan dari kantornya.
Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengutuk serangan roket tersebut, dengan menyatakan dukungan 'Negeri Paman Sam' terhadap keamanan Israel sangat kuat dan tak tergoyahkan terhadap semua kelompok teroris yang didukung Iran, termasuk Hizbullah.
Baca juga : PBB Pantau Bentrokan di Libanon Selatan, Militer Israel Hadapi Kekurangan Peralatan
Pemerintah Libanon, dalam sebuah pernyataan, mendesak penghentian segera permusuhan di semua lini dan mengutuk serangan terhadap warga sipil.
Melaporkan dari Qatar, Hamdah Salhut dari Al Jazeera mengatakan serangan itu adalah salah satu insiden paling mematikan sejak kebakaran lintas perbatasan dimulai dan terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan adanya eskalasi.
“Hizbullah mengatakan ini bukan dari mereka, sedangkan Israel langsung mengatakan itu dari mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan perang habis-habisan, tetapi kedua belah pihak mengatakan mereka siap untuk itu.
Baca juga : 2 Tewas dalam Serangan Proyektil dari Libanon ke Dataran Tinggi Golan
Gideon Levy, kolumnis surat kabar Israel Haaretz, memperingatkan bahwa sekarang keadaan benar-benar bisa menjadi tidak terkendali.
“Ini momen yang dramatis. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ada banyak ketidakpastian. Beberapa jam ke depan akan menjadi penentu," katanya.
Analis politik Ori Goldberg mengatakan ia yakin serangan itu tidak akan memicu perang habis-habisan antara Israel dan Hizbullah.
“Kedua pihak tidak menginginkan perang habis-habisan, hal ini telah dijelaskan dengan sangat jelas", katanya kepada Al Jazeera, dan mencatat bahwa serangan itu terjadi di pinggiran Israel, bukan di wilayah inti.
“Saya rasa ini tidak akan cukup untuk membawa kita ke perang habis-habisan," katanya.
Serangan di lapangan sepak bola itu menyusul serangan Israel di Libanon yang menewaskan empat pejuang.
Dua sumber keamanan di Libanon mengatakan keempat pejuang yang tewas dalam serangan Israel di Kfar Kila di Libanon selatan adalah anggota kelompok bersenjata yang berbeda, dengan setidaknya satu dari mereka adalah anggota Hizbullah.
Militer Israel mengatakan pesawat mereka telah menargetkan bangunan militer milik Hizbullah setelah mengidentifikasi para pejuang yang memasuki gedung tersebut. Hizbullah mengklaim pihaknya melancarkan sedikitnya empat serangan, termasuk dengan roket Katyusha, sebagai balasan atas serangan Kfar Kila.
Dataran Tinggi Golan, dataran tinggi seluas 1.200 kilometer persegi (463 mil persegi), adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel pada 1967 setelah Perang Enam Hari, sebelum mencaploknya pada 1981, sebuah tindakan yang dikutuk dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB.
Banyak penduduk di wilayah tersebut merupakan Druze Suriah, beberapa di antaranya memiliki kewarganegaraan Israel. (Z-1)
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Tasnim melaporkan bahwa IRGC mengeklaim serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Beit Shemesh, Tel Aviv, dan Yerusalem.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
IRGC gunakan rudal Haj Qasem untuk pertama kali serang pangkalan AS di Qatar & Bahrain serta kota-kota Israel sebagai balasan kematian Ayatollah Khamenei.
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved