Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JANDA Alexei Navalny bersumpah melanjutkan perjuangan suaminya, setelah kematiannya di penjara Rusia pekan lalu, yang disalahkannya pada Kremlin.
Yulia Navalnaya berbicara saat Kremlin mengatakan tidak memiliki detail tentang kematiannya, sementara ibunya, Lyudmila, tidak diizinkan mengakses jenazahnya untuk hari ketiga.
Pernyataan Navalnaya datang sebelum dia bertemu dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, di mana dia diundang setelah kematian suaminya memicu kemarahan di dunia Barat.
Baca juga : Negara-negara Eropa Memanggil Diplomat Rusia terkait Kematian Alexei Navalny
"Saya akan melanjutkan pekerjaan Alexei Navalny. Saya akan terus berjuang untuk kebebasan negara kita," ucap Navalnaya. "Saya mengajak Anda untuk mendukung saya."
Navalnaya, seorang ekonom, tetap setia mendukung suaminya saat ia menggerakkan protes massal di Rusia, membawanya keluar negeri ketika dia diracun, sebelum dengan tegas kembali ke Moskow bersamanya tahun 2021, dengan sadar dia akan dipenjara.
Pengumuman ia akan menggantikan Navalny adalah pembalikan yang besar dan tak terduga bagi oposisi Rusia yang terasing dan tertekan, yang ditinggalkan tanpa pemimpin setelah kematian Navalny.
Baca juga : Musuh Putin Ramai-ramai Lancarkan Kecaman atas Kematian Navalny
Rusia akan mengadakan pemilihan presiden pada 15-17 Maret di mana Vladimir Putin tidak memiliki pesaing nyata, dengan sebagian besar oposisi diasingkan, di balik jeruji besi, atau sudah meninggal.
"Vladimir Putin membunuh suamiku Alexei Navalny," kata Navalnaya di saluran YouTube-nya, menambahkan bahwa dia meninggal setelah tiga tahun siksaan dan penyiksaan.
"Putin merampas dari saya hal paling berharga yang saya miliki, orang terdekat dan yang paling saya cintai. Tetapi Putin juga merampas Navalny dari Anda," kata wanita berusia 47 tahun itu.
Baca juga : Kematian Alexei Navalny dan Kehancuran Oposisi di Rusia
Jasa penjara Rusia mengatakan pada Jumat, Navalny meninggal setelah berjalan di koloni penjara IK-3 di wilayah Arktik Yamal.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak untuk mengatakan bagaimana Putin bereaksi terhadap kematian itu. Dia juga mengatakan Kremlin tidak memiliki hasil dari penyelidikan kematian itu.
Tim Navalny, bagaimanapun, menuduh otoritas Rusia berusaha menutup-nutupi pembunuhan.
Baca juga : Pengunjuk Rasa Berkumpul di Eropa Menyuarakan Duka Atas Meninggalnya Alexei Navalny
"Investigator memberi tahu ibu dan pengacara Alexei bahwa mereka tidak menyerahkan jenazah dan dalam 14 hari mendatang mereka akan melakukan analisis kimia, penyelidikan," kata juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, dalam siaran YouTube.
"Saya akan mengatakannya lagi, jenazah Navalny disembunyikan untuk menyembunyikan jejak pembunuhan. Analisis kimia 14 hari ini adalah kebohongan mutlak dan olokan," katanya dalam pernyataan berikutnya di situs media sosial X, yang sebelumnya adalah Twitter.
Navalny mengatakan ibunya, Lyudmila, pada Senin kembali tidak diizinkan mengakses ruang mayat di Rusia Utara selama tiga hari berturut-turut.
Baca juga : Pengkritik Vladimir Putin, Alexei Navalny Tewas di Penjara
Di Washington, Presiden AS Joe Biden mengatakan sedang mempelajari lebih lanjut sanksi terhadap Moskow.
"Kami sudah memiliki sanksi, tetapi kami mempertimbangkan sanksi tambahan, ya," kata Biden, yang telah secara langsung menyalahkan Putin dan "preman-preman"nya atas kematian Navalny.
Beberapa negara Eropa termasuk Spanyol dan Jerman telah memanggil diplomat Rusia, dan UE meminta penyelidikan internasional independen terhadap kematian musuh Kremlin tersebut.
Baca juga : AS Ungkap Keprihatinan Mendalam Terkait Keberadaan Alexei Navalny yang Hilang
Sebelumnya, kepala kebijakan luar negeri UE, Josep Borrell, berjanji untuk meminta pertanggungjawaban Putin atas kematian Navalny setelah bertemu dengan janda almarhum.
UE telah memberlakukan sanksi berat terhadap Moskow, termasuk terhadap Putin, terkait dengan invasi Ukraina. Pejabat mengakui akan sulit mengambil tindakan lebih lanjut yang signifikan.
UE dalam sebuah pernyataan meminta penyelidikan internasional independen terhadap kematian musuh Kremlin dan mengancam sanksi. (AFP/Z-3)
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
SEORANG siswa bunuh diri di NTT. Anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun, Psikiater, menekankan bahwa anak berusia 10 tahun sudah memahami konsep kematian
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Penyalahgunaan gas tertawa dapat memicu timbulnya bekuan darah, gangguan hitung darah, serta menghambat fungsi saluran pembuangan (buang air besar dan kecil).
VILPA merupakan akitifitas singkat tetapi intens yang biasa kita lakukan. Durasi setiap aktivitas biasanya hanya 30–60 detik, tetapi intensitasnya cukup tinggi.
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved