Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBELA perjuangan Palestina menjadi prioritas utama Iran sejak berdirinya Republik Islam pada 1979. Ini ditegaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam konferensi di Teheran pada Minggu (3/12) sebagaimana dilansir Almayadeen.
Raisi menegaskan kembali komitmen teguh Iran untuk mendukung Gaza dan Palestina. Ia menekankan bahwa komitmen ini berakar kuat dalam Konstitusi Republik Islam.
"Dukungan kami untuk Gaza dan Palestina didasarkan pada konstitusi. Mendukung kaum tertindas ialah salah satu dasar konstitusi. Oleh karena itu, mendukung Palestina telah menjadi isu utama Revolusi (Islam) sejak permulaannya," kata Presiden Iran pada pertemuan tersebut.
Baca juga: Kapal Perusak AS Jatuhkan Drone yang Serang Pelayaran di Laut Merah
Raisi kemudian menampik anggapan bahwa dinamika regional dapat membahayakan prinsip konstitusional di balik sikap Iran terhadap Palestina. "Kita tidak bisa berhenti berpegang pada prinsip-prinsip tersebut. Kecenderungan beberapa pihak di kawasan tidak akan mengompromikan prinsip konstitusi ini," tegasnya.
Presiden Raisi selanjutnya menggambarkan Konstitusi Iran sebagai yang paling progresif di antara semua negara. Ia mengutip seorang ahli hukum Afrika yang mencirikannya sebagai perpaduan unik antara demokrasi dan cita-cita.
Mengalihkan perhatiannya pada agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza, Raisi mengutuk serangan brutal yang merenggut nyawa lebih dari 15.200 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran besar di Jalur Gaza yang terkepung. Dia mencatat pertemuan-pertemuan yang terjadi di seluruh dunia untuk mengutuk dan mengecam diskriminasi rasial, pembunuhan, ketidakadilan, dan penindasan yang dilakukan pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca juga: Satu Serangan Tewaskan Lima Militan Pro-Iran di Irak
"Kami yakin balasan ilahi akan muncul dari darah 6.000 anak yang menjadi martir secara menindas dan akan mengakhiri rezim Zionis yang kejam dan palsu," kata Raisi. Raisi pada Sabtu mendesak negara-negara lain mengadakan referendum untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa rakyat mereka sangat mendukung Palestina dan hak-hak rakyat Palestina.
Ia menambahkan bahwa negara-negara Barat sangat takut untuk mengorganisasi tindakan semacam itu. Usulan Presiden tersebut disampaikan dalam diskusi telepon pada Sabtu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Keduanya membahas berbagai hal, termasuk hubungan Teheran-Tokyo dan perang Israel saat ini di Gaza.
Raisi menyebut pembantaian rezim Zionis di Gaza sebagai bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern dan menekankan pentingnya menegakkan kebenaran tentang situasi Palestina.
Dia menyinggung sejarah pendudukan yang menghancurkan rumah-rumah dan membunuh warga Palestina serta mengubah Gaza menjadi penjara terbuka dalam 75 tahun terakhir. Ia mengusulkan agar berbagai negara, termasuk Jepang, mengadakan referendum untuk mengukur dukungan terhadap Palestina dari penduduk lokalnya.
Alasannya, negara-negara Barat sangat takut mengadakan referendum semacam itu. Namun demikian, dukungan publik yang luas terhadap Palestina dan seruan gencatan senjata telah menimbulkan dampak global yang nyata di seluruh dunia.
Raisi kemudian mengkritik peran AS dalam perang Israel di Gaza. Ia menyebut AS sebagai pelaku utama di balik mesin perang Israel yang meneror masyarakat Gaza yang tidak berdaya saat mereka dikepung.
Dia menekankan bahwa diamnya para pemimpin dunia hanya akan semakin menguatkan para pembunuh anak-anak Zionis dan mendesak negara-negara, termasuk Jepang, untuk secara serius menindaklanjuti empat isu utama yang akan meringankan penderitaan rakyat Palestina. Menurut Presiden Iran, hal ini berarti menghentikan serangan Israel, mengirimkan bantuan ke Gaza, mencabut pengepungan, dan menegakkan hukum internasional.
Kishida menyuarakan kekhawatirannya mengenai situasi kemanusiaan di Gaza dan menyoroti pentingnya menghentikan serangan terhadap warga sipil serta mengirimkan pasokan kemanusiaan ke warga Palestina di sana. (Z-2)
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewasÂ
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Pasukan Israel ubah Kota Tua Jerusalem jadi barak militer. Akses Al-Aqsa ditutup 16 hari, jemaah terpaksa salat Tarawih di jalanan. Simak laporan lengkapnya.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Indonesia bersama negara Arab dan Islam kecam keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Larangan Tarawih & Itikaf pertama sejak 1967. Simak pernyataan resminya.
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved