Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBELA perjuangan Palestina menjadi prioritas utama Iran sejak berdirinya Republik Islam pada 1979. Ini ditegaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam konferensi di Teheran pada Minggu (3/12) sebagaimana dilansir Almayadeen.
Raisi menegaskan kembali komitmen teguh Iran untuk mendukung Gaza dan Palestina. Ia menekankan bahwa komitmen ini berakar kuat dalam Konstitusi Republik Islam.
"Dukungan kami untuk Gaza dan Palestina didasarkan pada konstitusi. Mendukung kaum tertindas ialah salah satu dasar konstitusi. Oleh karena itu, mendukung Palestina telah menjadi isu utama Revolusi (Islam) sejak permulaannya," kata Presiden Iran pada pertemuan tersebut.
Baca juga: Kapal Perusak AS Jatuhkan Drone yang Serang Pelayaran di Laut Merah
Raisi kemudian menampik anggapan bahwa dinamika regional dapat membahayakan prinsip konstitusional di balik sikap Iran terhadap Palestina. "Kita tidak bisa berhenti berpegang pada prinsip-prinsip tersebut. Kecenderungan beberapa pihak di kawasan tidak akan mengompromikan prinsip konstitusi ini," tegasnya.
Presiden Raisi selanjutnya menggambarkan Konstitusi Iran sebagai yang paling progresif di antara semua negara. Ia mengutip seorang ahli hukum Afrika yang mencirikannya sebagai perpaduan unik antara demokrasi dan cita-cita.
Mengalihkan perhatiannya pada agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza, Raisi mengutuk serangan brutal yang merenggut nyawa lebih dari 15.200 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran besar di Jalur Gaza yang terkepung. Dia mencatat pertemuan-pertemuan yang terjadi di seluruh dunia untuk mengutuk dan mengecam diskriminasi rasial, pembunuhan, ketidakadilan, dan penindasan yang dilakukan pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca juga: Satu Serangan Tewaskan Lima Militan Pro-Iran di Irak
"Kami yakin balasan ilahi akan muncul dari darah 6.000 anak yang menjadi martir secara menindas dan akan mengakhiri rezim Zionis yang kejam dan palsu," kata Raisi. Raisi pada Sabtu mendesak negara-negara lain mengadakan referendum untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa rakyat mereka sangat mendukung Palestina dan hak-hak rakyat Palestina.
Ia menambahkan bahwa negara-negara Barat sangat takut untuk mengorganisasi tindakan semacam itu. Usulan Presiden tersebut disampaikan dalam diskusi telepon pada Sabtu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Keduanya membahas berbagai hal, termasuk hubungan Teheran-Tokyo dan perang Israel saat ini di Gaza.
Raisi menyebut pembantaian rezim Zionis di Gaza sebagai bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern dan menekankan pentingnya menegakkan kebenaran tentang situasi Palestina.
Dia menyinggung sejarah pendudukan yang menghancurkan rumah-rumah dan membunuh warga Palestina serta mengubah Gaza menjadi penjara terbuka dalam 75 tahun terakhir. Ia mengusulkan agar berbagai negara, termasuk Jepang, mengadakan referendum untuk mengukur dukungan terhadap Palestina dari penduduk lokalnya.
Alasannya, negara-negara Barat sangat takut mengadakan referendum semacam itu. Namun demikian, dukungan publik yang luas terhadap Palestina dan seruan gencatan senjata telah menimbulkan dampak global yang nyata di seluruh dunia.
Raisi kemudian mengkritik peran AS dalam perang Israel di Gaza. Ia menyebut AS sebagai pelaku utama di balik mesin perang Israel yang meneror masyarakat Gaza yang tidak berdaya saat mereka dikepung.
Dia menekankan bahwa diamnya para pemimpin dunia hanya akan semakin menguatkan para pembunuh anak-anak Zionis dan mendesak negara-negara, termasuk Jepang, untuk secara serius menindaklanjuti empat isu utama yang akan meringankan penderitaan rakyat Palestina. Menurut Presiden Iran, hal ini berarti menghentikan serangan Israel, mengirimkan bantuan ke Gaza, mencabut pengepungan, dan menegakkan hukum internasional.
Kishida menyuarakan kekhawatirannya mengenai situasi kemanusiaan di Gaza dan menyoroti pentingnya menghentikan serangan terhadap warga sipil serta mengirimkan pasokan kemanusiaan ke warga Palestina di sana. (Z-2)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved