Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Hamas Ismail Haniyeh mengatakan perjanjian gencatan senjata lima hari dengan Israel sudah di depan mata. Kesepakatan lain berupa pembebasan 100 sandera Hamas dan 300 tahanan Israel.
“Kami hampir mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata,” kata Haniyeh, Selasa (21/11).
Selama berminggu-minggu, ketika perang di Gaza berkecamuk, para perunding mencoba mencapai kesepakatan untuk membebaskan sekitar 240 sandera Hamas. Mayoritas mereka adalah warga sipil yakni anak-anak dan orang lanjut usia.
Baca juga: 28 Bayi Prematur Dievakuasi dari RS Al-Shifa ke Mesir
Hanya segelintir dari mereka yang ditangkap telah dibebaskan, dibebaskan oleh pasukan darat Israel, atau jenazah mereka telah ditemukan. Keberadaan mereka yang tersisa tidak diketahui secara pasti, meskipun mereka diyakini ditahan di Gaza.
Padahal Israel telah menyisir semua area di Gaza dengan serangan udara sejak 7 Oktober. Terapi gagal menemukan sandera.
Baca juga: 200 Pasien Dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Sejak itu Hamas telah menewaskan 1.200 orang dan Israel membunuh 13.300 orang, ribuan di antaranya adalah anak-anak.
Sumber dari Hamas dan Jihad Islam menegaskan gerakan mereka telah menyetujui persyaratan perjanjian gencatan senjata selama lima hari, yang terdiri dari gencatan senjata di darat dan pembatasan operasi udara Israel di Gaza selatan.
Sebagai imbalannya, antara 50 dan 100 orang yang ditahan oleh dua kelompok itu akan dibebaskan. Mereka akan mencakup warga sipil Israel dan warga negara lain, namun tidak termasuk personel militer.
Berdasarkan usulan kesepakatan tersebut, sekitar 300 warga Palestina, di antaranya perempuan dan anak-anak, juga akan dibebaskan dari penjara Israel.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia yakin kesepakatan untuk membebaskan para sandera sudah hampir tercapai. Itu seiring meningkatnya harapan untuk melakukan pembicaraan yang ditengahi oleh Qatar, Hamas memiliki kantor politik dan memiliki hubungan diplomatik di belakang layar dengan Israel.
Secara terpisah, Komite Palang Merah Internasional mengatakan telah melakukan pembicaraan ke Qatar untuk bertemu dengan Hamas guna memajukan masalah kemanusiaan terkait dengan konflik bersenjata di Israel dan Gaza.
Selain pembebasan sandera, perjanjian ini juga bisa memberikan kelonggaran bagi warga Gaza yang telah hidup selama lebih dari enam minggu di bawah pemboman Israel dan perluasan serangan darat.
Sebagian besar Gaza telah hancur akibat serangan udara Israel yang jumlahnya mencapai ribuan, dan wilayah tersebut dikepung, dengan sedikit sekali makanan, air, dan bahan bakar yang diperbolehkan masuk.
Menurut sumber Hamas dan Jihad Islam, kesepakatan itu juga akan memungkinkan hingga 300 truk makanan dan bantuan medis memasuki Gaza. Israel selama ini memblokade bahan bakar masuk ke Jalur Gaza karena takut bahan bakar tersebut dapat digunakan oleh Hamas untuk membuat roket atau sarana paramiliter lainnya.
Israel telah berjanji untuk terus melancarkan serangannya, berjanji untuk menghancurkan Hamas dan memastikan para sandera dibebaskan. "Kami tidak akan berhenti berperang sampai kami membawa pulang para sandera kami,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (AFP/Z-3)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved