Headline
. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus.
. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus.
Penurunan permukaan tanah di Jakarta terus menjadi ancaman serius.
SEDIKITNYA enam wartawan Palestina telah terbunuh dalam hitungan hari. Para wartawan menjadi target serangan, sejak gempuran pasukan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.
Jaringan media dan pemantau kebebasan pers mengatakan wartawan Saeed al-Taweel, pemimpin redaksi situs Al-Khamsa News, dan dua anggota pers lainnya terbunuh pada hari Selasa (10/10) ketika mereka bertugas untuk mengambil gambar sebuah bangunan yang akan segera dibom oleh Pasukan Israel di Kota Gaza.
"Sayangnya, mereka baru saja mengirimkan pemberitahuan peringatan ke gedung Hiji bahwa gedung itu akan dibom," kata al-Taweel dalam kata-kata terakhirnya.
Baca juga : 1.000 Warga Israel Tewas dalam Perang Melawan Hamas
Laporan itu disampaikan tak lama sebelum ia tewas dalam serangan pasukan Israel.
Baca juga : MER-C Berangkatkan Tim Relawan Medis ke Gaza, Dipimpin Faried Thalib
"Daerah itu telah dievakuasi seluruhnya. Wanita, pria, orang tua, anak-anak semuanya telah meninggalkan daerah tersebut,” katanya dalam sebuah rekaman yang diperoleh Al Jazeera.
Al-Taweel, Mohammed Subh dan Hisham Alnwajha telah berdiri pada jarak yang aman, ratusan meter dari target yang disebutkan. Namun serangan udara itu malah menghantam bangunan yang berbeda, jauh lebih dekat dengan mereka.
"Alnwajha mengalami luka serius dan dirawat di ruang perawatan intensif di Al-Shifa Medical Complex," kantor berita Palestina, WAFA melaporkan.
Para kru yang mengenakan jaket dan helm dengan jelas mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota pers.
Pemakaman Subh dan al-Taweel diadakan beberapa jam kemudian di sebuah rumah sakit di Kota Gaza.
Sebagai penghormatan atas pekerjaan mereka, helm ikonik yang biasa dikenakan oleh pekerja media diletakkan di atas tubuh mereka, yang ditutupi dengan kain putih.
Dua wartawan lainnya, Ibrahim Mohammad Lafi dan Mohammad Jarghoun, ditembak mati ketika sedang melakukan peliputan pada hari Sabtu.
Lafi, seorang fotografer untuk Ain Media, berada di persimpangan Beit Hanoon di Jalur Gaza, yang dikenal sebagai Erez oleh warga Israel, ketika Israel dan Hamas terlibat dalam kekerasan yang meningkat.
Kelompok kebebasan pers Palestina, MADA, dan Journalist Support Committee (JSC) melaporkan bahwa Jarghoun, seorang reporter dari Smart Media, tewas saat berada di sebelah timur kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Sementara itu, wartawan lepas Mohammad el-Salhi ditembak mati di perbatasan sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah.
Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) yang berbasis di New York, melaporkan bahwa dua fotografer Palestina, Nidal al-Wahidi dari saluran Al-Najah dan Haitham Abdelwahid dari kantor berita Ain Media, hilang sejak Sabtu.
"Ibrahim Qanan, koresponden saluran Al-Ghad, terluka oleh pecahan peluru di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan,” kata MADA.
Kelompok Organisasi itu mengecam kegigihan pasukan pendudukan Israel dalam melakukan kejahatan yang lebih serius dan serangan terhadap jurnalis serta media di Palestina.
Sherif Mansour dari CPJ meminta semua pihak untuk mengingat bahwa jurnalis adalah warga sipil dan tidak boleh menjadi sasaran.
"Pelaporan yang akurat sangat penting selama masa krisis dan media memiliki peran penting dalam menyampaikan berita dari Gaza dan Israel kepada dunia,” sebutnya.
CPJ menyerukan penyelidikan atas kematian el-Salhi.
Sekitar 1.300 orang dari kedua belah pihak dalam konflik tersebut telah tewas sejak Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, dengan melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel pada hari Sabtu.
Tembakan Israel juga telah menghancurkan rumah Rami al-Sharafi, direktur Radio Zaman, dan penyiar Al-Quds Today, Basil Khair al-Din.
Kantor-kantor media, termasuk kantor pusat surat kabar Al-Ayyam di Palestine Tower, Yayasan Fadel Shanaa, Shehab Agency, dan Radio Gaza FM juga menjadi sasaran pasukan Israel.
Kelompok Organisasi itu menyerukan agar tindakan sewenang-wenang dan kekebalan hukum segera berakhir.
“Segera akhiri kebebasan yang dinikmati oleh pihak berwenang Israel sebagai satu-satunya kunci untuk menghentikan pembunuhan jurnalis dan serangan yang menargetkan kebebasan dan media di Palestina,” pungkasnya. (aljazeera/Z-8)
KELOMPOK aktivis Palestine Action dilaporkan meluncurkan situs web rahasia bernama Direct Action Training untuk merekrut anggota baru.
TONY Blair Institute dikaitkan dengan proyek yang dikecam luas karena mengusulkan pembersihan etnis di Jalur Gaza dengan melibatkan pembangunan kembali daerah kantong pantai itu.
FILM Gaza: Doctors Under Attack tentang dokter-dokter di Gaza yang disasar Israel menuai sorotan tajam setelah penayangannya dibatalkan BBC. Channel 4 lantas menayangkannya.
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, pernah mengutarakan keinginannya “mengambil alih” Gaza.
PELAPOR khusus PBB meminta negara-negara memutus semua hubungan perdagangan dan keuangan dengan Israel. Pasalnya, hubungan itu disebutnya sebagai ekonomi genosida.
PELAPOR Khusus PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese, menghadapi pembatalan mendadak saat dijadwalkan menyampaikan pidato publik di Bern, Swiss.
Penyembelihan sudah dilakukan pada Jumat, 6 Juni 2025, di Kantor DSM Bali dan sudah disalurkan kepada orang yang sangat membutuhkan.
TOKOH-tokoh ternama Hollywood mulai dari Joaquin Phoenix, Pedro Pascal, Riz Ahmed dan Guillermo del Toro telah menandatangani surat yang mengecam tindakan genosida yang terjadi di Gaza.
Sepekan terakhir, dunia pertelevisian diguncang kebijakan pemutusan hubungan kerja. Media cetak bahkan sudah lebih dulu diguncang PHK karena banyak yang berhenti terbit.
FOUNDER Story of Anggy (SOA), Anggy Pasaribu memulai rangkaian acara "SOA Connect All Campus" di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
BH Pers, AJI Jakarta, dan ICJR menyampaikan pendapat dalam rilis bersama menanggapi proses hukum yang dilakukan Kejagung terhadap Direktur Pemberitaan JAK TV Tian Bahtiar.
KETUA Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan mengkritisi program rencana pemerintah menyalurkan 1.000 rumah subsidi untuk jurnalis.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved