Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) telah menembakkan rudal balistik dengan jenis yang belum dikenal. Peluncuran itu bagian dari peringatan Pyongyang kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutu regionalnya.
"Korut menembakkan rudal balistik tak dikenal ke Laut Timur," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Awal pekan ini, Presiden AS Joe Biden membahas serentetan uji coba rudal Korut dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Bali. Pemimpin AS mendorong Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya mengendalikan Korea Utara setelah gelombang peluncuran rudal menimbulkan kekhawatiran rezim tertutup akan segera melakukan uji coba nuklir ketujuh.
Biden juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal dan program rudal balistik Korut.
Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui mengecam pertemuan tersebut dan menilai mereka membawa situasi di semenanjung Korea ke fase yang tidak dapat diprediksi.
"Tawaran pencegah yang diperpanjang AS dan aktivitas militer yang meningkat setiap hari dari pasukan sekutu di sekitar semenanjung Korea adalah tindakan bodoh," kata Choe.
Baca juga: Joe Biden dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Bali
Semakin banyak Washington bekerja untuk memperkuat aliansi keamanannya dengan Tokyo dan Seoul, Choe memastikan perlawanan militer DPRK akan semakin sengit.
Para ahli mengatakan peluncuran rudal Korut itu disesuaikan dengan sikap politik Pyongyang.
"Korut menembakkan rudal setelah mengeluarkan pernyataan beberapa jam sebelumnya dalam upaya umembenarkan peluncuran untuk mengirim pesannya ke AS dan Jepang," kata seorang peneliti di Institut Sejong Cheong Seong-chang.(AFP/OL-5)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
KOREA Utara kembali memicu perhatian internasional setelah merilis foto-foto terbaru yang diklaim menampilkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, Kamis (25/12).
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Di drakor ini, Kim Seon-ho memerankan karakter bernama Joo Ho-jin. Ho-jin merupakan penerjemah multibahasa yang ditugaskan sebagai penerjemah untuk bintang top Cha Mu-hee (Go Youn-jung).
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Korea Selatan dilanda tren "Dubai Chewy Cookie". Terinspirasi dari cokelat viral Dubai, hidangan penutup ini laku keras berkat pengaruh K-Pop dan visual yang menggoda.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyalurkan beasiswa senilai Rp100 juta kepada Jakarta Indonesia Korean School (JIKS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved