Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menanggapi pengurangan hubungan diplomatik oleh Ukraina sebagai sanksi atas penjualan pesawat tak berawak ke Rusia. Padahal Teheran telah mendorong pihak-pihak yang berkonflik di Ukraina mengedepankan dialog untuk menyelesaikannya.
"Keputusan Ukraina untuk menurunkan hubungan diplomatik sangat disesalkan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani.
Namun, Kanani tidak membantah atau membenarkan penjualan drone Iran ke Moskow. Tetapi ia mengatakan Iran telah menerapkan kebijakan netralitas aktif yang dalam perang di Ukraina.
Baca juga: Rusia Tahan 750 Warga yang Tolak Mobilisasi
“Banyak pertemuan dan panggilan menteri luar negeri negara kami dengan rekan-rekan Rusia dan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir sejalan dengan membantu menyelesaikan krisis,” katanya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan penurunan hubungan diplomatik usai menembak jatuh delapan drone buatan Iran.
"Menanggapi tindakan tidak bersahabat seperti itu, pihak Ukraina telah memutuskan untuk mencabut akreditasi duta besar Iran dan juga secara signifikan mengurangi jumlah staf diplomatik kedutaan besar Iran di Kyiv," katanya.
Menurut otoritas militer di Ukraina, Shahed-136, pesawat nirawak kamikaze, dan Mohajer-6, yang lebih besar, sejauh ini telah dijatuhkan oleh pertahanan udara.
Bukti nyata pertama penggunaan drone Iran oleh Rusia datang awal bulan ini ketika militer Ukraina menerbitkan beberapa gambar dari apa yang dikatakannya sebagai drone Shahed-136 dicat dengan warna dan angka Rusia yang jatuh di Kupiansk di wilayah Kharkiv.
Satu hari kemudian, intelijen militer Inggris mendukung klaim tersebut, dengan mengatakan sangat mungkin Rusia mengerahkan drone buatan Iran dalam konflik tersebut.
Pejabat Amerika Serikat telah mengklaim, sejak Juli, bahwa Teheran sedang bersiap untuk menjual ratusan pesawat ke Moskow.
Iran juga melatih pilot Rusia tentang cara menggunakan drone. Kementerian luar negeri Iran sebelumnya menolak klaim tersebut, dengan mengatakan negara itu tidak akan membantu kedua belah pihak dalam perang.
Sementara Teheran meyakini NATO telah menjadi akar penyebab konflik di Ukraina. Selama perjalanan ke Moskow,= akhir Agustus, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengatakan dia menyampaikan inisiatif perdamaian kepada rekannya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Tetapi sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar harian ultrakonservatif Kayhan mengungkapkan "sudah lama sejak pesawat tak berawak Iran beroperasi di langit Ukraina melawan NATO,” kata artikel itu. (Aljazeera/OL-1)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved