Jumat 12 Agustus 2022, 21:02 WIB

Tiongkok Minta Rusia dan Ukraina Lanjutkan Negosiasi

Mediaindonesia.com | Internasional
Tiongkok Minta Rusia dan Ukraina Lanjutkan Negosiasi

ANTARA
Seorang prajurit dengan bendera Rusia terlihat pada seragamnya berjaga di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.

 

TIONGKOK telah meminta Rusia dan Ukraina untuk melanjutkan negosiasi mereka, serta menyatakan keprihatinan atas keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir Ukraina.

Duta Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zhang Jun menyerukan kepada kedua pihak untuk segera mencari solusi atas krisis di Ukraina dengan kepala dingin dan rasional.

Baca jugaIran Berencana Luncurkan Tiga Satelit Buatan Rusia Lagi

Ketika berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (11/8), dia juga meminta Rusia dan Ukraina mengatasi masalah keamanan serta membangun arsitektur keamanan yang seimbang, efektif dan berkelanjutan, guna mencapai keamanan bersama.

“Hanya dengan meredakan situasi dan memulihkan perdamaian sesegera mungkin, kita dapat secara mendasar menghilangkan risiko nuklir, mengurangi salah penilaian, dan menghindari kecelakaan,” kata Zhang.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah menerima pengarahan dari Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi tentang serangan baru-baru ini terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina.

Rusia saat ini mengendalikan fasilitas tersebut setelah merebutnya dari Ukraina pada Maret lalu.

Pihak-pihak yang bertikai saling menyalahkan atas serangan baru-baru ini terhadap PLTN terbesar di Eropa itu.

Zhang menyerukan pihak-pihak yang terlibat untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial dan mendesak masyarakat internasional untuk “bertindak secara bertanggung jawab untuk memfasilitasi solusi yang tepat atas krisis, dan meningkatkan upaya politik dan diplomatik untuk menciptakan kondisi bagi pihak-pihak terkait untuk kembali ke meja perundingan".

"Keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir tidak boleh dijadikan target percobaan," ujar dia.

Zhang pun memperingatkan bahwa konsekuensi dari setiap kecelakaan di PLTN Ukraina "akan lebih menghancurkan daripada kecelakaan nuklir Fukushima."

Dia juga menyerukan untuk menghilangkan "hambatan yang ada" sehingga Grossi dan tim ahli IAEA dapat mengunjungi pembangkit nuklir tersebut tanpa penundaan, dan "bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan mereka tanpa hambatan." (OL-6)

Baca Juga

Dok. KBRi Washington D.C

Di Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-77, AS Tegaskan Dukungan Presidensi G20 Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 22:28 WIB
Mewakili Pemerintah AS, Menteri Perdagangan Gina Raimondo hadir sebagai Tamu Kehormatan. Resepsi juga dihadiri oleh tamu-tamu VVIP yaitu...
AFP

Mobilisasi Putin dan Potensi Kejatuhan Politik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 18:28 WIB
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengatakan bahwa rancangan itu diperlukan untuk melindungi negara dan integritas...
AFP/Anatolii Stepanov.

Pengamat Puji Kemenlu Insyaf Sikapi Referendum Bodong Rusia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 17:10 WIB
Indonesia menilai bahwa referendum sepihak tersebut akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan mengakibatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya