Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN berencana menugaskan tiga satelit lagi seperti yang diluncurkan minggu ini oleh Rusia. Ini dikatakan juru bicara pemerintah Teheran, Jumat (12/8).
Satelit Khayyam meluncur ke orbit pada Selasa memicu tuduhan Amerika Serikat bahwa itu dimaksudkan untuk mata-mata. Iran menolak klaim Washington sebagai kekanak-kanakan.
"Pembangunan tiga satelit Khayyam lain dengan partisipasi ilmuwan Iran ada dalam agenda pemerintah," kata juru bicaranya Ali Bahadori-Jahromi di Twitter. Sebelumnya, roket Soyuz-2.1b mengirim satelit itu ke orbit dari Baikonur Cosmodrome yang dikendalikan Moskow di Kazakhstan.
Menanggapi peluncuran tersebut, Washington mengatakan kerja sama Rusia yang berkembang dengan Iran harus dilihat sebagai ancaman besar. Namun Kepala Badan Antariksa Iran, Hassan Salarieh, menolak tuduhan itu.
Dia mengatakan Khayyam dirancang untuk memenuhi kebutuhan Iran mengantisipasi krisis dan manajemen perkotaan, sumber daya alam, tambang, pertanian, dan sebagainya. "Khayyam dibangun oleh Rusia di bawah pengawasan Iran," kata Salarieh pada konferensi pers pada Rabu.
Menjelang peluncuran, The Washington Post mengutip pejabat intelijen Barat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Rusia berencana menggunakan satelit selama beberapa bulan atau lebih untuk membantu upaya perangnya sebelum mengizinkan Iran mengambil alih. Badan antariksa Iran menekankan pada Minggu bahwa mereka akan mengendalikan satelit sejak hari pertama sebagai reaksi nyata terhadap laporan Post.
Baca juga: Iran Sebut Klaim AS tentang Rencana Pembunuhan sebagai Fiksi
Khayyam, yang tampaknya dinamai dari tokoh Persia abad ke-11 Omar Khayyam, tidak akan menjadi satelit Iran pertama yang ditempatkan Rusia ke luar angkasa. Pada 2005, satelit Sina-1 Iran dikerahkan dari Kosmodrom Plesetsk Rusia.
Peluncuran satelit baru terjadi sehari setelah Uni Eropa mengajukan teks akhir pada pembicaraan untuk menyelamatkan kesepakatan 2015 yang bertujuan mengekang ambisi nuklir Iran dan yang menurut Teheran sedang ditinjau. Amerika Serikat menuduh Iran secara efektif mendukung perang Rusia melawan Ukraina sambil mengadopsi selubung netralitas.
Iran menegaskan program luar angkasanya hanya untuk tujuan sipil dan pertahanan dan tidak melanggar kesepakatan nuklir 2015 atau perjanjian internasional lain. Pemerintah Barat khawatir bahwa sistem peluncuran satelit menggabungkan teknologi untuk dipertukarkan dengan yang digunakan dalam rudal balistik dengan kemampuan mengirimkan hulu ledak nuklir, sesuatu yang selalu ditolak Iran untuk dibangun. (AFP/OL-14)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved