Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN yang dibahas di Gedung Putih pada Senin lalu sempat menunjukkan jalan menuju pertemuan bilateral antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Namun, respon dari Moskow membuat arah pembahasan kembali tidak pasti.
Penasihat Kremlin, Yury Ushakov mengatakan usai panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Putin bahwa ide yang dibahas tepat untuk mempelajari peluang peningkatan tingkat perwakilan pihak Rusia dan Ukraina.
Meski demikian, tidak ada penyebutan nama kedua pemimpin atau tanda bahwa pertemuan dapat segera diwujudkan.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menanggapi dalam wawancara televisi pada Selasa (19/8) malam dengan nada lebih hati-hati.
"Kami tidak menolak segala bentuk kerja sama, baik bilateral maupun trilateral," katanya seperti dilansir CNN, Kamis (21/8).
"Setiap kontak yang melibatkan pejabat tinggi harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati," tambahnya.
Bahasa Kremlin ini menandakan bahwa Rusia belum siap menyetujui rencana tersebut. Hal itu tidak mengejutkan, mengingat perang bermula dari keputusan sepihak Putin yang mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai entitas merdeka. Putin berulang kali menegaskan bahwa Ukraina adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari sejarah, budaya dan ruang spiritual Rusia sendiri.
Jika pertemuan terjadi, maka Putin harus menghadapi kontradiksi besar. Orysia Lutsevich, direktur program Rusia dan Eurasia di Chatham House, menilai bahwa Putin harus menerima kegagalan untuk duduk bersama presiden yang dianggapnya lelucon dari negara yang tidak ada.
"(Putin) begitu banyak mencuci otak orang Rusia di televisi pemerintah bahwa Zelensky seorang Nazi, bahwa (Ukraina) negara boneka Barat, bahwa Zelensky tidak sah, mengapa ia tiba-tiba berbicara dengannya?" ujarnya.
Kremlin memang kerap meragukan legitimasi Zelensky. Mereka menyoroti penundaan pemilu Ukraina yang terjadi di bawah darurat militer dan dalam proposal perdamaian terakhir, Moskow bahkan mewajibkan pemilu sebelum ada kesepakatan final.
Putin dan pejabat Rusia jarang menyebut nama Zelensky, lebih sering menggunakan istilah rezim Kyiv.
Sebagai catatan, Zelensky sebelumnya telah menghadiri perundingan langsung di Turki pada pertengahan Mei. Namun, Putin justru mengirim delegasi yang dipimpin seorang penulis buku teks sejarah.
Tatiana Stanovaya, peneliti senior di Carnegie Russia Eurasia Center, berpendapat bahwa bagi Putin, pertemuan dengan Zelensky bukan hal krusial. Baginya, perang lebih berkaitan dengan konfrontasi melawan Barat ketimbang Ukraina semata.
Meski demikian, Stanovaya menilai Putin bisa hadir jika yakin ada peluang berhasil.
"Tuntutan utama harus dibahas dan Zelensky harus siap membicarakannya," katanya.
Namun, hingga kini Zelensky menolak tuntutan tersebut, termasuk penyerahan wilayah yang masih dikuasai Ukraina.
Menurut Stanovaya, Putin memandang Trump sebagai kunci.
"Trump dipandang sebagai pendukung visi Rusia tentang penyelesaian dan untuk itu Amerika Serikat seharusnya bekerja sama dengan Kyiv untuk mendorong mereka agar lebih fleksibel, terbuka terhadap tuntutan Rusia," sebutnya.
Dia juga menilai Rusia mungkin mencoba mempertahankan dukungan AS dengan mengusulkan perundingan baru di Istanbul, kali ini dengan delegasi tingkat tinggi seperti Ushakov atau Lavrov. Tetapi Putin diyakini enggan mengambil risiko penyergapan dengan duduk bersama Zelensky hanya untuk menghadapi penolakan atas semua tuntutannya.
Trump pada Senin (18/8) malam menulis di Truth Social bahwa ia memulai pengaturan untuk pertemuan antara Presiden Putin dan Presiden Zelensky. Namun, keesokan harinya setelah menonton berita pagi di Fox News, dia melunak.
"Saya sudah mengaturnya dengan Putin dan Zelensky dan Anda tahu, merekalah yang harus mengambil keputusan. Kita, kita berada 7.000 mil jauhnya," ucapnya.
Bagi Putin, tidak ada alasan untuk mengalah. Tanpa memberi konsesi, dia justru sudah mendapat keuntungan yakni dengan pertemuan puncak di Alaska, pencabutan tuntutan Trump agar ada gencatan senjata sebelum negosiasi damai dan melemahnya ultimatum sanksi.
Setelah sempat mengurangi serangan drone pada Agustus, Rusia kembali meningkatkan intensitas serangan pada Senin malam dengan meluncurkan 270 drone dan 10 rudal ke Ukraina. Hal ini menunjukkan bahwa jika tekanan Trump terhadap Zelensky gagal, Moskow masih bisa mengandalkan kekuatan militer.
Kini, kartu liar terbesar adalah bagaimana Trump akan menyikapi jika inisiatif perdamaian ini gagal dan siapa yang akan bertanggungjawab. (I-3)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif besar pada wine Prancis jika Macron menolak gabung 'Board of Peace'. Trump juga konfirmasi undangan untuk Putin.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved