Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menegaskan keraguannya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin siap mengakhiri perang di Ukraina. Dia menekankan bahwa setiap perjanjian damai harus dilengkapi dengan jaminan keamanan yang kuat bagi Kyiv.
"Ketika melihat situasi dan faktanya, saya tidak melihat Presiden Putin sangat bersedia untuk mencapai perdamaian saat ini. Tapi mungkin saya terlalu pesimistis," kata Macron dalam wawancara dengan NBC News usai menghadiri pertemuan di Gedung Putih bersama Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan para pemimpin Eropa.
Meskipun begitu, Macron mengatakan optimisme Trump mengenai peluang kesepakatan patut diperhatikan. "Jika ia merasa dapat mencapai kesepakatan, ini berita bagus. Kita harus melakukan apa pun yang kita bisa untuk mencapai kesepakatan yang hebat," tambahnya.
Macron menegaskan pentingnya melanjutkan tekanan terhadap Moskow. "Jika Rusia tidak mematuhi pendekatan ini, ya, kita harus meningkatkan sanksi, sanksi sekunder dan primer," lanjutnya.
"Ada agresor, yaitu Rusia. Ada negara yang memutuskan untuk membunuh orang, menculik anak-anak, dan menolak gencatan senjata serta perdamaian. Jadi, kita tidak bisa begitu saja menciptakan situasi yang setara antara Ukraina dan Rusia," paparnya.
Menurut Macron, Ukraina harus mendapatkan jaminan yang mengikat untuk mencegah agresi di masa depan. "Jika Anda membuat kesepakatan damai tanpa jaminan keamanan, Rusia tidak akan pernah menepati janjinya, tidak akan pernah memenuhi komitmennya sendiri," lanjutnya.
Trump sebelumnya menyampaikan bahwa Putin menerima prinsip jaminan keamanan bagi Ukraina dalam pertemuan mereka di Alaska, sesuatu yang juga dicatat Macron.
Namun, dia menekankan kesulitan mencapai gencatan senjata ketika serangan Rusia masih berlangsung. "Mustahil bagi seorang presiden Ukraina dan pejabat Ukraina untuk berunding tentang perdamaian sementara negara mereka sedang dihancurkan dan warga sipil mereka terbunuh," sebutnya merujuk pada serangan di Kharkiv dan Zaporizhzhia.
Tentang kemungkinan kompromi wilayah, Macron menegaskan hal itu merupakan keputusan Ukraina sepenuhnya. "Sekarang, ketika kita berbicara tentang wilayah, presiden Ukraina dan rakyat Ukrainalah yang akan membahasnya," terangnya.
Dalam pertemuan di Gedung Putih, Macron didampingi sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Dia menekankan bahwa perang ini membawa dampak jauh lebih luas.
"Yang terjadi di Ukraina tentu saja sangat penting bagi rakyat Ukraina, tetapi juga bagi keamanan Eropa secara keseluruhan, karena kita berbicara tentang membendung kekuatan nuklir yang memutuskan untuk tidak lagi menghormati perbatasan internasional," sebut Macron.
"Cara kita berperilaku di Ukraina akan menjadi ujian bagi kredibilitas kolektif kita di mata dunia," pungkasnya. (Anadolu/I-2)
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Vladimir Putin tegaskan dukungan deeskalasi cepat di Timur Tengah kepada Masoud Pezeshkian. Bahas dampak serangan AS-Israel dan bantuan kemanusiaan Rusia.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin gencar berkomunikasi dengan Iran dan Donald Trump untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Apakah ini murni upaya damai atau strategi mengamankan ekonomi Rusia?
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved