Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menyerukan peningkatan sanksi terhadap Rusia. Peningkatan itu jika Presiden Vladimir Putin tidak menunjukkan kemajuan nyata dalam proses perdamaian dengan Ukraina.
“Presiden Trump yakin kita bisa mencapai kesepakatan, dan beliau percaya Presiden Putin juga menginginkan perjanjian damai,” kata Macron kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Gedung Putih.
“Tetapi, jika pada akhirnya proses ini ditolak, kami siap untuk mengatakan bahwa sanksi harus ditingkatkan,” tegasnya.
Macron menyinggung sanksi sekunder yang baru-baru ini dijatuhkan pemerintahan Trump terhadap India, yang belakangan menjadi salah satu pembeli utama energi Rusia setelah negara-negara Barat memangkas impor akibat invasi ke Ukraina. Menurut Macron, langkah tersebut “sudah memberikan banyak dampak.”
Dalam dinamika terbaru, Presiden Trump lebih dulu mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertemuan di Alaska. Kemudian mengajak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Gedung Putih tiga hari setelahnya.
Namun, akhir pekan lalu, Trump kembali secara terbuka menekan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayahnya. Penekanan itu sebuah sikap yang sejalan dengan Putin dan bertolak belakang dengan Zelensky, yang menegaskan tidak akan mengalah atas wilayah yang direbut Rusia dengan paksa.
Menjawab pertanyaan wartawan, Macron menegaskan isu konsesi wilayah sebagai syarat jaminan keamanan AS untuk Ukraina tidak pernah dibicarakan. “Tidak, itu sama sekali tidak didiskusikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Trump dan para pemimpin Eropa sepakat bahwa Ukraina tidak boleh dibatasi dalam kapasitas militernya dalam kesepakatan masa depan dengan Rusia. “Semua pemimpin mendukung keberadaan tentara Ukraina yang kuat dan mampu menahan serangan apa pun,” jelasnya.
Macron juga mengungkapkan harapannya agar Rusia dan Ukraina segera melanjutkan kontak diplomatik “dalam beberapa hari ke depan,” dengan kemungkinan pertemuan tiga pihak antara Trump, Putin, dan Zelensky dalam “dua hingga tiga minggu mendatang.” (AFP/Z-2)
Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner berlangsung hampir lima jam.
Isu yang dibahas mencakup gencatan senjata, negosiasi damai, kerja sama ekonomi pascaperang, hingga situasi di Timur Tengah.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Dengan Amerika Serikat dikeluarkan dari NATO, kelompok itu masih memiliki 31 anggota yang memiliki militer untuk berkontribusi.
JURU Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk berdialog dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved