Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA kuat melanda wilayah perbatasan terpencil Afghanistan semalam menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan melukai ratusan lain. Jumlah korban diperkirakan meningkat ketika para penyelamat berupaya menggali reruntuhan tempat tinggal.
Gempa berkekuatan 5,9 melanda paling parah di timur yang berbatu. Di sana orang-orang sudah menjalani kehidupan yang sulit karena negara yang dilanda bencana kemanusiaan yang diperburuk oleh pengambilalihan Taliban pada Agustus.
"Orang-orang menggali kuburan demi kuburan," kata Mohammad Amin Huzaifa, Kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan di Paktika yang dilanda bencana. Ia menambahkan bahwa setidaknya 1.000 orang meninggal di provinsi itu saja.
"Di sini hujan juga dan semua rumah hancur. Orang-orang masih terjebak di bawah reruntuhan," katanya kepada wartawan.
Korban tewas terus meningkat sepanjang hari ketika berita tentang korban diperoleh dari daerah-daerah yang sulit dijangkau di pegunungan. Pemimpin tertinggi negara itu, Hibatullah Akhundzada, memperingatkan kemungkinan jumlah korban meningkat lebih lanjut.
Baca juga: MBS Temui Erdogan yang Terbelit Khashoggi, Ekonomi, Ikhwanul Muslimin
Sebelumnya, seorang pemimpin suku dari Paktika mengatakan para penyintas dan penyelamat berjuang keras untuk membantu mereka yang terkena dampak. "Pasar lokal ditutup dan semua orang bergegas ke daerah yang terkena dampak," kata Yaqub Manzor kepada AFP melalui telepon.
Foto-foto dan klip video yang di-posting di media sosial menunjukkan sejumlah rumah berlumpur yang rusak parah di daerah perdesaan terpencil. Beberapa rekaman menunjukkan penduduk setempat membawa korban ke helikopter militer.
Sebelum pengambilalihan Taliban, tim tanggap darurat Afghanistan dikerahkan untuk menangani bencana alam yang sering melanda negara itu. Namun dengan hanya beberapa pesawat dan helikopter yang layak terbang tersisa sejak kelompok garis keras Islam kembali berkuasa, tanggapan segera terhadap bencana terbaru semakin terbatas.
"Pemerintah bekerja sesuai kemampuannya," cuit Anas Haqqani, seorang pejabat senior Taliban. "Kami berharap komunitas internasional dan lembaga bantuan juga akan membantu orang-orang kami dalam situasi yang mengerikan ini."
PBB dan Uni Eropa dengan cepat menawarkan bantuan. "Tim penilai antarlembaga dikerahkan ke sejumlah daerah yang terkena dampak," tulis Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) di Afghanistan.
Baca juga: Daftar Gempa paling Mematikan di Afghanistan
Tomas Niklasson, utusan khusus UE untuk Afghanistan, men-tweet, "UE sedang memantau situasi dan siap mengoordinasikan dan memberikan bantuan darurat UE kepada orang-orang dan komunitas yang terkena dampak."
Afghanistan sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush yang terletak di dekat persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India. Puluhan orang tewas dan terluka pada Januari ketika dua gempa melanda daerah perdesaan di provinsi barat Badghis dan merusak ratusan bangunan.
Pada 2015, lebih dari 380 orang tewas di Pakistan dan Afghanistan ketika gempa berkekuatan 7,5 SR mengguncang kedua negara. Sebagian besar angka kematian di Pakistan.
Baca juga: Gempa di Afghanistan Tewaskan Sedikitnya 920 Orang
Dari Kota Vatikan, Paus Fransiskus memanjatkan doa untuk para korban gempa terbaru. "Saya mengungkapkan kedekatan saya dengan yang terluka dan mereka yang terkena dampak," kata paus berusia 85 tahun itu di akhir audiensi mingguannya.
Badan-badan bantuan dan PBB mengatakan Afghanistan membutuhkan miliaran dolar tahun ini untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Badan-badan bantuan secara khusus menekankan kesiapsiagaan bencana yang lebih besar di Afghanista karena sangat rentan terhadap gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.
Gempa itu dirasakan hingga ke Lahore di Pakistan, 480 kilometer dari pusat gempa. Ini menurut tanggapan yang diposting di situs web USGS dan European Mediterranean Seismological Center (EMSC). (AFP/OL-14)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Rabu (14/1), menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi Iran.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Iran segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa.
Pakar PBB mengecam pelanggaran HAM berat di Iran, termasuk penggunaan kekuatan mematikan dan ancaman hukuman mati bagi demonstran. Simak laporan lengkapnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Tiongkok kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional sebagai 'Hukum Rimba' dan tegaskan tetap setia pada PBB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved