Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Palestina berunjuk rasa pada Minggu (15/5) untuk memperingati The Nakba atau malapetaka 74 tahun setelah pembentukan Israel. Kecaman mereka tertuju pada serangan polisi di pemakaman seorang jurnalis yang terbunuh.
Demonstrasi tahunan di Tepi Barat yang diduduki, Jerusalem timur yang dianeksasi, dan dalam Israel datang dengan ketegangan tinggi atas pembunuhan reporter Al Jazeera berusia 51 tahun Shireen Abu Akleh. Warga Palestina-Amerika itu ditembak mati pada Rabu dalam serangan Israel di Jenin, sebuah titik api di Tepi Barat.
Seorang pemimpin militan Palestina terkemuka yang terluka dalam bentrokan di sana, Daoud al-Zubaidi, meninggal karena luka-lukanya di suatu rumah sakit Israel pada Minggu. Ia merupakan saudara laki-laki Zakaria yang memimpin sayap bersenjata gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan sempat melarikan diri dari penjara Israel tahun lalu.
Korban tewas terbaru Israel ialah perwira polisi pasukan khusus, Noam Raz, 46, yang ditembak Jumat di Jenin. Dia dimakamkan pada Minggu.
Polisi Israel berjanji menyelidiki kekacauan yang menodai hari pemakaman Abu Akleh. Ini setelah tayangan televisi terlihat di seluruh dunia menunjukkan pengusung jenazah berjuang untuk menjaga peti mati agar tidak jatuh ke tanah ketika polisi yang memegang tongkat menyerang mereka ingin mengambil bendera Palestina.
Adegan Jumat itu memicu kecaman internasional, termasuk dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan PBB. Yayasan milik mendiang Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu mengatakan polisi Israel menyerang pengusung jenazah itu sangat mengingatkan pada kebrutalan yang terlihat di pemakaman para aktivis anti-apartheid.
Ketika Israel dibuka kembali setelah jeda Shabbat, komentator lokal turut mengecam serangan itu ketika peti mati Abu Akleh muncul dari rumah sakit St Joseph di Yerusalem. "Rekaman pada Jumat," tulis Oded Shalom di harian terkemuka Israel Yediot Ahronot, "Mendokumentasikan tampilan yang mengejutkan dari kebrutalan dan kekerasan yang tak terkendali."
"Polisi Distrik Jerusalem memutuskan untuk menjatuhkan seperti satu ton batu bata pada siapa saja yang berani memegang bendera Palestina," tulis Shalom. "Seolah-olah mengangkat bendera--sehelai kain, demi Tuhan--pada prosesi pemakaman selama satu atau dua jam bisa berdampak apa pun," pada klaim Israel untuk menguasai Jerusalem, tambahnya.
Baca juga: Israel Buka kembali Penyeberangan Gaza setelah Tutup Dua Minggu
Israel melarang bendera Palestina berkibar di Jerusalem dan secara teratur menindak hal itu. Perdana Menteri Naftali Bennett belum mengomentari serangan itu. Ia menghindari kontroversi dalam sambutan publik sebelum pertemuan kabinet mingguan pada Minggu.
Tentara Israel mengatakan penyelidikan sementara tidak dapat menentukan pihak yang menembakkan peluru mematikan itu. Kata mereka, tembakan nyasar itu bisa datang dari kelompok Palestina atau penembak jitu Israel yang ditujukan kepada militan sebagai kemungkinan penyebabnya. Penuntut umum Palestina mengatakan penyelidikan awal telah menunjukkan, "Asal dari penembakan itu yakni pasukan penjajahan Israel."
Al Jazeera pada Minggu menayangkan karya yang diproduksi oleh Abu Akleh tentang Nakba yang menandai deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948. Seorang reporter yang sangat dihormati, Abu Akleh dibunuh saat mengenakan helm dan rompi antipeluru bertanda Press.
Karya Abu Akleh yang ditayangkan itu menelusuri kembali nasib rakyat Palestina sejak 1948 dengan fokus khusus pada pengungsi dan penggusuran. Lebih dari 700.000 warga Palestina melarikan diri atau dipaksa hengkang dari rumah mereka selama konflik yang mengelilingi penciptaan Israel.
Baca juga: Israel Lanjutkan Rencana Pembangunan Hampir 4.500 Rumah Pemukim Tepi Barat
Sekarang ada 5,7 juta pengungsi Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Libanon, dan Suriah, kata PBB. Biro Pusat Statistik Palestina menempatkan populasi Palestina global sebesar 13,8 juta.
Sejak menderita serangkaian serangan sejak 22 Maret, Israel telah meluncurkan beberapa serangan di Tepi Barat yang diduduki. (AFP/OL-14)
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved