Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Stok Pencegat Rudal Israel Menipis di Tengah Perang dengan Iran

Ferdian Ananda Majni
15/3/2026 12:11
Stok Pencegat Rudal Israel Menipis di Tengah Perang dengan Iran
Ilustrasi(Centcom)

ISRAEL dilaporkan telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa persediaan pencegat rudal balistiknya kian menipis, seiring perang melawan Iran memasuki minggu ketiga. Hal ini memicu kekhawatiran atas kemampuan pertahanan udara negara itu jika perang terus berlarut.

Sistem pertahanan udara Israel disebut telah memasuki fase kritis. Kondisi stok juga sudah berkurang akibat pertempuran sebelumnya dengan Iran. Sementara banyak pencegat digunakan untuk menghadang gelombang rudal. 

Serangan intensif Iran yang terus berlanjut kini semakin membebani jaringan pertahanan udara jarak jauh negara tersebut.

Situasi diperumit laporan sebagian rudal Iran dilengkapi amunisi kluster, yang membuat proses intersepsi lebih sulit sekaligus mempercepat pengurasan persediaan pencegat Israel.

Seorang pejabat AS mengatakan Washington telah mengantisipasi kondisi tersebut sejak lama. 

"Ini adalah sesuatu yang kami harapkan dan antisipasi," ujarnya kepada Media Semafor.

Pejabat itu menegaskan AS tidak mengalami kekurangan serupa dan masih memiliki cadangan pencegat dalam jumlah besar. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat menguras stok sistem pertahanan rudal di kawasan.

Belum ada kepastian apakah Washington akan mengirim tambahan pencegat kepada Israel. Bantuan militer AS sebelumnya memang mencakup sistem pertahanan rudal, namun pengiriman lanjutan berpotensi menekan persediaan Amerika sendiri.

"Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan dan personel kami di wilayah tersebut dan kepentingan kami," kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa Israel sedang mencari solusi untuk mengatasi kekurangan yang dihadapi.

Persediaan Amunisi Tak Terbatas

Sementara itu, Presiden Donald Trump baru-baru ini mengeklaim bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang hampir tak terbatas, meskipun pernyataan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pada konflik 12 hari dengan Iran pada Juni lalu, AS dilaporkan menembakkan lebih dari 150 pencegat sistem THAAD atau sekitar seperempat dari total persediaan saat itu, demikian menurut Center for Strategic and International Studies.

Di fase awal perang saat ini, Washington juga disebut telah menghabiskan sekitar US$2,4 miliar untuk pencegat sistem Patriot missile system. (middleeasteye/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya