Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

DPR Dorong Elektrifikasi demi Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Andhika Prasetyo
04/4/2026 12:35
DPR Dorong Elektrifikasi demi Perkuat Kemandirian Energi Nasional
ilustrasi(Anadolu)

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi sebagai strategi utama dalam memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik Timur Tengah. Menurutnya, kondisi geopolitik saat ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, khususnya sektor ketenagalistrikan.

“Situasi global saat ini menunjukkan pentingnya memperkuat sistem energi nasional berbasis sumber dalam negeri, terutama listrik, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi,” ujarnya dalam rapat sektor ketenagalistrikan di Gedung DPR.

Sugeng menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil menuju listrik. Dengan demikian, kebutuhan energi dapat lebih banyak ditopang oleh sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, beban subsidi energi terus mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, subsidi energi naik dari Rp95,7 triliun pada 2020 menjadi Rp159,6 triliun pada 2023, kemudian meningkat lagi menjadi Rp203,4 triliun pada 2024. Bahkan pada 2025, total anggaran mencapai Rp394,3 triliun, sementara dalam RAPBN 2026 direncanakan sebesar Rp210,06 triliun, dengan porsi terbesar masih dialokasikan untuk BBM dan LPG.

Selain sektor transportasi, Sugeng juga mendorong percepatan konversi kompor berbahan bakar gas ke kompor listrik di tingkat rumah tangga. Ia menilai langkah ini dapat menjadi solusi efisien sekaligus memanfaatkan infrastruktur listrik yang telah tersedia luas di berbagai wilayah.

“Penggunaan kompor listrik menjadi alternatif yang lebih efisien dan mampu mengoptimalkan jaringan listrik nasional yang sudah ada,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa elektrifikasi kendaraan dan kompor listrik tidak hanya berkontribusi pada transisi energi bersih, tetapi juga menjadi strategi menghadapi tekanan global terhadap sektor energi. Sugeng menambahkan, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan regulasi yang matang agar implementasinya berjalan efektif tanpa membebani masyarakat.

“Dengan kebijakan yang tepat, transisi energi dapat berjalan bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional,” tandasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya