Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kompor Listrik Jadi Alternatif di Tengah Tantangan Energi Global

Insi Nantika Jelita
27/3/2026 16:57
Kompor Listrik Jadi Alternatif di Tengah Tantangan Energi Global
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(MI)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk lebih menghemat pasokan gas dengan cara yang paling sederhana. Menurutnya, cara tersebut adalah dengan tidak boros menggunakan LPG

 

Meski kondisi pasokan gas dalam negeri masih baik, ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga stok tersebut dengan tidak boros menggunakan LPG.

 

“Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak,” ujar Bahlil.

 

Bahlil juga menyinggung terkait penggunaan kompor listrik yang dianggapnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah isu melonjaknya harga minyak global.

 

“Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana. Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama, energi kita ke depan akan semakin baik,” tuturnya. 

 

Sejumlah masyarakat yang telah beralih ke kompor listrik pun mengamini pernyataan Bahlil. Pengguna kompor induksi, Andi Arif, menilai efisiensi biaya operasional dan kemudahan fitur teknologi pemanas elektrik menjadi solusi nyata bagi rumah tangga di tengah tantangan lonjakan harga energi dunia.

 

“Dari sisi operasional, mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan,” ungkapnya.

 

Andi menjelaskan bahwa investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang stabil, pengguna juga tidak terbebani biaya pembelian tabung gas baru. Berdasarkan perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tersebut sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang saat ini terus merangkak naik.

 

Senada dengan hal tersebut, pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah (45), merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya. Menurutnya, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan atau cuan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG.

 

"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya