Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bahlil Sebut RKAB Batu Bara Tetap, Harga Acuan Nikel Naik

Insi Nantika Jelita
27/3/2026 13:56
Bahlil Sebut RKAB Batu Bara Tetap, Harga Acuan Nikel Naik
enteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak melakukan perubahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara. Namun, di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk menaikkan Harga Patokan Mineral (HPM) Nikel.

Kebijakan ini disampaikan Bahlil usai rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3).

"Menyangkut dengan RKAB (batu bara) tetap tidak ada perubahan. Yang ada adalah kita akan melakukan reklase relaksasi yang terukur," kata Bahlil.

Ia menjelaskan, relaksasi yang terukur dimaksudkan untuk menjaga pasokan batu bara aman sebagai sumber energi domestik. Pemerintah, katanya, akan memprioritaskan kepentingan dalam negeri, sekaligus menyesuaikan produksi dengan kondisi pasar global.

"Apa definisi relaksasi yang terukur? Adalah batu bara merupakan sumber energi yang ada di kita. Dan karena itu kita akan mempertahankan kepentingan dalam negeri," tegas Politikus Partai Golkar itu.

Selain itu, pemerintah juga akan menjaga supply dan demand batu bara untuk keseimbangan produksi. 

Pemerintah, lanjutnya, juga akan memperhatikan pergerakan harga batu bara di pasar dalam menentukan tingkat produksi. Jika harga komoditas berada dalam kondisi baik, produksi akan ditingkatkan. Sebaliknya, apabila harga mengalami penurunan, maka produksi akan disesuaikan dengan permintaan pasar guna menjaga stabilitas. Kementerian ESDM telah menyetujui RKAB batu bara sebesar 390 juta ton untuk tahun 2026.

"Kami akan memperhatikan supply and demand. Kalau harganya bagus terus, kita akan memproduksi juga lebih banyak. Tetapi kalau harganya turun, kita akan menyesuaikan dengan permintaan di pasar," tegasnya.

Ia menambahkan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi, mulai dari sektor kelistrikan hingga industri pupuk.

"Tujuannya apa? Kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita. Kita ingin PLN kita semua harus ada, pupuk. Kemudian industri-industri dalam negeri harus semua terpenuhi. Ini yang kami akan lakukan," ucapnya.

Terkait komoditas nikel, pemerintah akan menerapkan pendekatan serupa dengan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar harga tetap stabil.

"Nikel juga RKAB-nya kita akan membuat keseimbangan antara supply and demand. Berapa kebutuhan pabrik kita, itu yang kita akan mengeluarkan. Supaya harganya tidak juga jatuh," imbuhnya.

Ia kemudian menegaskan pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan HPM nikel.

"Jadi harga standar acuan nikelnya kami akan naikkan," kata Bahlil. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya