Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Isu Harga BBM Pertamina Hari Ini Naik, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi tak Berubah

Insi Nantika Jelita
17/3/2026 15:11
Isu Harga BBM Pertamina Hari Ini Naik, Bahlil Tegaskan  BBM Subsidi tak Berubah
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Antara Foto)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami perubahan dalam waktu dekat, seiring komitmen pemerintah menjaga stabilitas energi nasional dan memastikan ketersediaan stok tetap aman di tengah dinamika global. Sebelumnya mmuncul isu harga BBM Pertamina hari ini naik.

Harga BBM pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi dipatok Rp6.800 per liter. 

“Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3).

Bahlil menegaskan pemerintah akan terus mengendalikan subsidi BBM, terutama menjelang hingga setelah periode hari raya. Ia memastikan bahwa hingga masa tersebut, bahkan diharapkan berlanjut ke depan, subsidi BBM tetap berada dalam kendali pemerintah.

Menurutnya, pemerintah memiliki perhatian besar terhadap kondisi masyarakat dan tidak ingin seluruh beban ekonomi ditanggung oleh rakyat. 

"Pemerintah punya perhatian besar terhadap kondisi masyarakat. Kita juga tidak ingin semua beban itu diserahkan kepada rakyat," ucapnya. 

Kendati demikian, Bahlil menuturkan penentuan harga BBM subsidi tetap mempertimbangkan dinamika geopolitik global serta pergerakan harga minyak dunia. Ia menjelaskan, dengan rata-rata harga minyak saat ini yang berada di kisaran 70 dolar AS per barel, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengantisipasi jika harga naik hingga 100 dolar AS per barel. 

Menurutnya, kondisi tersebut masih berada dalam koridor anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan dapat dikelola oleh pemerintah.

"Tapi kalau dengan harga 100 dolar AS (per barel), itu insyaallah masih dalam koridor APBN, masih bisa kita exercise (disesuaikan). Tapi ini masih dalam pembahasan,” kata Politikus Partai Golkar itu. 

Selain menjaga harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok energi nasional tetap aman, mulai dari elpiji, bensin, hingga solar, guna mencegah kelangkaan di tengah fluktuasi harga minyak global serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah. 

"Strateginya setelah Maret pun sudah kita lakukan. Bagi yang penting adalah kita, stok semuanya harus ada, supaya tidak ada kelangkaan di Indonesia. Baik elpiji, bensin, maupun solar. Itu yang paling penting,” katanya.

Menanggapi isu panic buying bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara seperti Bangkok, pemerintah meminta agar kondisi tersebut tidak dijadikan acuan bagi Indonesia. Bahlil menyebut setiap negara memiliki kebijakan dan mekanisme yang berbeda dalam pengelolaan energi. Indonesia, misalnya, menerapkan dua jenis BBM, yakni BBM bersubsidi yang diatur oleh negara dan BBM non-subsidi yang mengikuti harga pasar.

"Saya meminta jangan menjadikan negara lain sebagai referensi. Negara kita punya baseline aturannya berbeda dengan negara yang di luar," imbuhnya.

Ia juga menegaskan pasokan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ketersediaan BBM, elpiji, serta listrik disebut masih sesuai dengan standar minimal stok nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan.

Untuk pasokan LPG, pemerintah memastikan akan ada tambahan suplai yang masuk pada akhir bulan ini. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang hari raya, dipastikan tetap terpenuhi tanpa kendala berarti.

Sementara itu, pasokan batu bara untuk kebutuhan kelistrikan nasional juga berada dalam batas aman. Stok batu bara untuk pembangkit listrik PLN saat ini berada di kisaran 14 hingga 15 hari operasional, yang merupakan batas minimal sesuai standar nasional. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya