Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, tak Perlu Panic Buying

 Gana Buana
10/3/2026 21:49
Bahlil: Stok BBM Nasional Aman, tak Perlu Panic Buying
Pemerintah pastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga Lebaran 2026 meski harga minyak dunia melonjak.(MI/Insi Nantika Jelita)

PEMERINTAH bergerak cepat meredam keresahan publik terkait lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu pecahnya perang di kawasan Teluk. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan garansi bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepastian ini muncul setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian guna merespons dinamika global, termasuk ancaman penutupan akses Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran yang sempat memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok energi global.

Stok Nasional Dipastikan Melimpah

Bahlil mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam aksi panic buying atau melakukan penimbunan BBM secara gegabah. Ia menegaskan bahwa ketahanan stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dengan durasi penyimpanan (storage) berkisar antara 21 hingga 25 hari.

"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah," tegas Bahlil dilansir dari Antara, Selasa (10/3).

Mantan Menteri Investasi itu juga menjelaskan bahwa gangguan di Timur Tengah tidak berdampak langsung secara ekstrem pada pasokan BBM jadi di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah (crude) dari kawasan tersebut, sementara untuk produk BBM jadi, pasokan berasal dari produksi domestik dan impor dari negara-negara di Asia Tenggara.

APBN Pasang Badan Redam Gejolak

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran negara masih memiliki ruang yang cukup untuk menyerap (absorb) selisih harga akibat lonjakan minyak mentah dunia yang sempat menembus angka US$100 per barel.

Purbaya menjelaskan bahwa asumsi rata-rata harga minyak dalam APBN berada di level US$70 per barel. Meskipun saat ini terjadi lonjakan tajam, durasi kenaikan yang baru berlangsung beberapa hari dinilai belum akan menggoyang postur anggaran tahunan secara signifikan.

"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya, sementara subsidi kita hitung setahun penuh. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa absorb," pungkas Purbaya.

Dengan jaminan dari dua menteri kunci ini, pemerintah memastikan kehadiran negara untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi energi nasional. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya