Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Bahlil: Stok BBM Aman, tapi Penyimpanan Terbatas

M Ilham Ramadhan Avisena
04/3/2026 21:58
Bahlil: Stok BBM Aman, tapi Penyimpanan Terbatas
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada di level 23 hari, sedikit di atas ambang minimal nasional. Namun, ia mengakui persoalan utama bukan semata volume, melainkan keterbatasan kapasitas penyimpanan.

"Kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya," ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (4/3).

Ia menepis anggapan bahwa pemerintah bisa dengan mudah menaikkan cadangan hingga 60 hari. Menurutnya, keterbatasan tangki penyimpanan menjadi kendala mendasar.

"Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?" lanjutnya.

Karenanya, pemerintah kini menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru untuk memperkuat ketahanan energi hingga target tiga bulan cadangan. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di Sumatra.

"Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatra," tutur Bahlil. 

Di tengah konflik global yang berpotensi mengganggu jalur energi, Bahlil memastikan pasokan nasional masih aman dalam jangka pendek.

"Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insya Allah kita masih clear. Insyaallah tidak ada masalah," jelasnya. 

Ia juga menyinggung diversifikasi sumber impor sebagai langkah mitigasi. Untuk LPG, ia menyebut tidak ada gangguan. Sementara impor bensin disebut tidak bergantung pada kawasan Timur Tengah.

"Kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relative clear lah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insya Allah clear," pungkasnya. (Mir)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya