Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton. Angka tersebut mengacu pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mineral dan batu bara tahun 2026 yang saat ini masih dalam tahap kajian Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba).
“Kurang lebih di sekitar 600 juta ton, bisa kurang, bisa lebih sedikit. Jangan disebut pasti karena itu berbahaya,” ujarnya dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Kantor ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).
Jika dibandingkan dengan realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 yang mencapai 790 juta ton, proyeksi produksi 2026 ini menunjukkan penurunan sekitar 24,05%. Menurut Bahlil, penurunan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan batu bara.
Ia menjelaskan, dari total produksi batu bara pada 2025 sebesar 790 juta ton, sekitar 65,1% diekspor, sementara 32% diserap pasar domestik. Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514 juta ton atau setara 43% dari pasokan batu bara global. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang pada akhirnya menekan harga batu bara di pasar.
"Oleh karena itu, kami akan melakukan revisi. Jadi produksi batu bara kita akan turunkan," ucap Politikus Partai Golkar itu.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pertambangan.
Bahlil menekankan pengelolaan sumber daya alam tidak semata-mata berorientasi pada eksploitasi jangka pendek. Menurutnya, sumber daya tambang harus dikelola secara berkelanjutan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan prinsip keadilan. (E-4)
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan agenda transisi energi nasional secara lebih terkoordinasi.
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional dari sekitar 25-26 hari menjadi 90 hari atau setara tiga bulan.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bisa saja menjadi favorit masyarakat jika mengubah gaya komunikasinya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, DC, Amerika Serikat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tanggapi isu reshuffle Kabinet Merah Putih dan ungkap rencana nyaleg 2029. Cek juga update diskon tiket mudik Lebaran 2026 di sini.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan 110 blok migas untuk ditawarkan kepada investor dalam dua tahun ke depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved