Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menghangat di tengah masa persiapan pemerintah menyambut bulan Ramadan. Namun, respons santai datang dari salah satu menteri yang namanya kerap disebut dalam bursa, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki informasi detail mengenai wacana tersebut. Ia memilih untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai komposisi kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sikap ini disampaikan Bahlil di sela-sela Sidang Dewan Pleno Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Four Point By Sheraton Makassar, Minggu (15/2).
"Itu hak prerogatif Bapak Presiden. Saya sebagai pembantu presiden hanya siap menjalankan tugas sebaik mungkin," katanya singkat.
Isu reshuffle kerap dikaitkan dengan dinamika politik dan bagi hasil kekuasaan. Namun, Bahlil memastikan bahwa saat ini fokus utamanya ialah program-program kementerian, terutama menjamin pasokan energi nasional selama Ramadan dan Idul Fitri.
Terkait rencana maju nyaleg 2029, Bahlil mengaku sebagai ketua umum partai pasti akan mencalonkan diri.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah keras kabar reshuffle dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah berkonsentrasi penuh pada persiapan menyambut Ramadan dan Lebaran, bukan pada pergantian pejabat.
Prasetyo menjelaskan, fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo saat ini ialah meringankan beban ekonomi masyarakat melalui berbagai stimulus.
Pemerintah tengah menggodok kebijakan diskon tarif transportasi massal, seperti kereta api, pesawat, dan kapal laut.
"Pemerintah terus berpikir untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Pemberian diskon tiket ini bukan hanya soal mudik, tetapi juga untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah dan memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh positif di triwulan pertama," pungkas Prasetyo. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved