Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan 110 blok migas untuk ditawarkan kepada investor dalam dua tahun ke depan. Pengembangan proyek gas akan menjadi fokus utama karena tren temuan besar beberapa tahun terakhir didominasi gas.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus menjelaskan, jumlah blok yang disiapkan meningkat signifikan dibanding rencana awal. SKK Migas sebelumnya mengidentifikasi 65 blok, lalu meningkat menjadi 75 blok pada pertengahan tahun, hingga akhirnya mencapai 110 blok.
“Dan misi kita hari ini ada 110 blok yang ingin kita tawarkan ke para potensial investor,” ujar Rikky dalam Kuliah Umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI bertajuk Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).
Rikky menuturkan, setelah pemenang lelang ditetapkan, kontrak kerja sama akan ditandatangani oleh Kepala SKK Migas dengan masa berlaku 20 hingga 30 tahun. Dalam periode tersebut, kontraktor wajib menjalankan kegiatan eksplorasi.
“Nah dalam konteks kegiatan eksplorasi dimulai, itulah tugas kami SKK Migas melaksanakan kegiatan eksplorasi,” kata Rikky.
Pada 10 tahun pertama, kontraktor diwajibkan melakukan pencarian dan pembuktian cadangan migas melalui komitmen kerja pasti. Bila ditemukan cadangan yang layak, tahap eksploitasi harus memperoleh persetujuan Menteri ESDM, sebelum lapangan masuk fase pengembangan hingga produksi.
Sejumlah proyek hulu migas kini telah memasuki tahap pembangunan fasilitas produksi. Namun, seiring berakhirnya masa kontrak dan penurunan produksi alami, terdapat dua opsi: perpanjangan kontrak oleh operator eksisting atau pengembalian wilayah kerja kepada pemerintah untuk ditawarkan kembali.
Ke depan, Rikky memperkirakan proyek-proyek besar akan didominasi temuan gas.
“Untuk kegiatan proyek-proyek besar dari mulai hari ini sampai ke depan, kita bisa melihat utamanya adalah temuan gas. Proyek-proyek gas akan lebih banyak. Ini tidak terlepas dari temuan-temuan kita di periode 5 tahun terakhir,” jelasnya.
Meski begitu, pengelolaan gas memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan minyak (liquid) yang relatif lebih fleksibel diproduksikan dan ditampung, gas membutuhkan infrastruktur khusus sehingga tidak bisa serta-merta disimpan saat sudah diproduksi.
Rikky juga menyoroti tantangan pembiayaan proyek migas di tengah tuntutan transisi energi. Perusahaan migas internasional kini makin sering mengaitkan pendanaan dengan aspek energi hijau, termasuk penerapan carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization and storage (CCUS).
“Dan ini kita buktikan dengan persetujuan proyek Ubadari CCUS (UCC) yang digarap BP Tangguh. Yang kita sepakati dulu untuk adanya enhanced gas carbon di sini,” ujarnya.
Ia menegaskan, SKK Migas tidak bertugas memperlambat transisi energi, melainkan memastikan prosesnya berjalan aman, realistis, dan tidak mengorbankan ketahanan energi nasional.
“Dengan Astacita nomor dua dari Bapak Presiden Prabowo, tentunya ketahanan energi menjadi panglima,” kata Rikky.
Sepanjang 2025, sejumlah proyek strategis telah diresmikan Presiden, di antaranya Forel dan Kerubuk yang dioperasikan Medco dengan kapasitas sekitar 20 ribu barel minyak per hari (bopd), serta tambahan produksi di Blok Cepu sebesar 30 ribu bopd.
Untuk menjaga produksi nasional, SKK Migas juga berupaya menekan laju penurunan produksi alami (decline rate). Sebagai sumber daya tak terbarukan, produksi migas memang akan turun secara natural dari waktu ke waktu. Karena itu, SKK Migas mendorong percepatan realisasi proyek agar lapangan-lapangan migas bisa segera diproduksikan, ditopang kebijakan yang mendukung.
“Karena itu, investasi harus tetap dijaga agar menarik di tengah dinamika global dan tuntutan energi ramah lingkungan,” tegasnya.
Dari sisi potensi, Indonesia memiliki 128 cekungan migas, namun baru 20 cekungan yang telah berproduksi.
“Jika proyek di Blok Masela beroperasi, akan menjadi cekungan ke-21. Masih terdapat lebih dari 100 cekungan yang belum tergarap optimal dan memerlukan tambahan data eksplorasi,” tutup Rikky.
Kuliah umum Media Indonesia turut didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ExxonMobil, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), PetroChina International Jabung Ltd, Harbour Energy, PT Energi Mega Persada (EMP), PT Pertamina EP, dan Medcom.id. (Z-10)
PENGAMAT energi Fabby Tumiwa mengutarakan bahwa pemerintah perlu mendapat kepastian dari kontraktor yang mengelola blok migas potensial.
Sumur-sumur di Indonesia sekarang sudah lebih banyak air dibandingkan dengan minyak.
SKK Migas dan Mubadala Energy, mengumumkan penemuan cadangan gas kedua di Blok South Andaman. Titik cadangan gas itu terletak di sekitar 65 kilometer (km) lepas pantai utara Sumatra.
WK Ketapang berada di Pantai Utara Pulau Madura, Jawa Timur. WK Bobara berlokasi di offshore atau lepas pantai Papua Barat.
Konektivitas kini menjadi isu utama dalam penyaluran gas di Tanah Air.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan ketahanan energi Indonesia saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengeluarkan regulasi terkait penetapan Harga Pokok Minimum (HPM) timah dalam waktu dekat.
UPAYA Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dalam menertibkan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) memasuki babak baru.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved