Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Menteri ESDM Bahlil Jajaki Kerja Sama Bidang ESDM dengan AS

Ihfa Firdausya
19/2/2026 11:35
Menteri ESDM Bahlil Jajaki Kerja Sama Bidang ESDM dengan AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(Antara)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, DC, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut salah satunya terkait penjajakan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk bidang energi dan sumber daya mineral.

Kehadiran menteri ESDM menjadi bagian diplomasi energi Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi, serta membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi di industri dalam negeri.

Bahlil menyebut sektor energi menjadi salah satu fokus dalam agenda pertemuan tersebut.

“Di sektor energi, kami akan memastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Bahlil dalam keterangan yang dikutip, Kamis (19/2).

Dalam rangkaian agenda di Washington DC, komunikasi strategis akan dilakukan terkait penguatan kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral. Pemerintah menegaskan seluruh bentuk kolaborasi yang dijajaki akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional serta mendukung ketahanan energi jangka panjang.

"Kami akan mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional," jelasnya.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama yang dibangun tetap mengedepankan kedaulatan energi serta kepentingan rakyat Indonesia.

"Ketahanan dan kemandirian energi adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, setiap langkah diplomasi energi ke depan harus memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan produktivitas nasional," tegas Bahlil. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya