Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Pembelian BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari, Ini Penjelasan Bahlil!

Insi Nantika Jelita
31/3/2026 20:24
Pembelian BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari, Ini Penjelasan Bahlil!
Pemerintah batasi pembelian BBM subsidi maksimal 50 liter per hari untuk mobil pribadi.(Dok. Zoom)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah menetapkan pengaturan batas pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yakni solar subsidi atau biosolar dan pertalite. Dalam kebijakan tersebut, kendaraan roda empat pribadi dibatasi maksimal membeli 50 liter per hari per kendaraan.

Bahlil menegaskan kebijakan ini bertujuan mendorong konsumsi BBM yang lebih bijak dan tepat sasaran. Ia menilai batas 50 liter per hari sudah mencukupi untuk kebutuhan kendaraan pribadi dalam penggunaan normal.

“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter itu tangki sudah penuh satu hari,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan BBM untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Meski demikian, ia menegaska ketentuan batas 50 liter per hari tersebut tidak berlaku untuk kendaraan angkutan umum maupun truk logistik yang memiliki kebutuhan bahan bakar lebih besar. 

“Yang untuk per mobil itu tidak berlaku. Ini untuk angkutan truk-truk atau bus, karena kebutuhannya memang lebih banyak,” kata politikus Partai Golkar itu.  

Selain itu, ia memastikan hingga saat ini belum ada penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax maupun Solar berkualitas tinggi. Pemerintah, kata dia, masih terus melakukan kajian seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia yang bergerak cepat. 

“Yang jelas tidak ada penyesuaian harga, terutama untuk yang bersubsidi,” tegasnya.

Ia juga menekankan kebijakan energi yang diambil pemerintah selalu mempertimbangkan kepentingan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Presiden, menurutnya, memberikan perhatian besar agar kebijakan yang diambil tetap berpihak kepada rakyat.

Di sisi lain, Bahlil mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi, terutama terkait kebijakan pemerintah. Ia meminta agar masyarakat hanya mengacu pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi. 

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat agar informasi yang dipegang adalah informasi yang bersumber dari pemerintah. Kita juga harus lebih cerdas dalam mengelola informasi agar tetap stabil,” ujarnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya