Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Lampaui Target, Lifting Minyak Bumi 2025 Capai 605,3 Ribu

Insi Nantika Jelita
08/1/2026 13:00
Lampaui Target, Lifting Minyak Bumi 2025 Capai 605,3 Ribu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi lifting atau volume produksi minyak bumi siap jual sepanjang 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD). 

Capaian tersebut melampaui target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 605 MBOPD atau setara dengan 100,05% dari target APBN.

"Alhamdulillah realisasi kita mencapai 605,3 ribu barel per hari, sehingga target tercapai bahkan sedikit melampaui,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Kantor ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan keberhasilan tersebut menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya sejak 2008 target lifting minyak bumi berhasil tercapai. Pada 2008 lalu, peningkatan lifting sempat terjadi seiring beroperasinya Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur. 

“Setelah itu kita tidak pernah tercapai. Alhamdulillah sekarang bisa tercapai kembali,” katanya.

Secara tahunan, capaian lifting minyak bumi 2025 juga lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat sebesar 579,7 MBOPD.

Sementara itu, untuk lifting gas bumi pada 2025, realisasi rata-rata mencapai 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka tersebut sedikit di bawah target APBN 2025 yang sebesar 1.004 MBOEPD, serta lebih rendah dibandingkan realisasi lifting gas bumi 2024 yang mencapai 978,8 MBOEPD.

Bahlil menegaskan capaian lifting gas bumi tersebut tidak lepas dari kinerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, SKK Migas, serta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). 

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, tidak melakukan impor gas, dengan seluruh produksi gas digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sebagian diekspor.

“Yang terpenting adalah keseimbangan antara suplai dan permintaan gas. Produksi kita mencukupi kebutuhan nasional,” ujarnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya