Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL tidak lagi membuat persyaratan bagi Turki untuk menangkap atau menindak anggota Hamas dalam memulihkan hubungan. Ini menandakan perubahan besar dalam proses rekonsiliasi kedua negara.
Menurut Jerusalem Post, seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan itu tadi malam. "Kami tidak menetapkan syarat untuk tindakan keras terhadap pejabat dan anggota Hamas di Turki," ujarnya sebagaimana dilansir Middle East Monitor.
Ia memastikan bahwa Tel Aviv masih bekerja dengan sangat hati-hati dalam masalah tersebut. Pejabat itu menambahkan bahwa sementara tidak lagi menjadikannya sebagai bagian dari proses yang sangat hati-hati untuk semakin dekat. "Kami melihat peningkatan aktivitas Turki melawan teror di wilayah mereka."
Hubungan antara Israel dan Turki telah, selama bertahun-tahun, tegang karena isu-isu seperti serangan Israel terhadap armada bantuan Turki pada 2010, penembakan terus-menerus Israel di Jalur Gaza, dan deklarasi Jerusalem sebagai ibu kota Israel oleh mantan pemerintahan AS Donald Trump. Isu-isu tersebut mengakibatkan banyak perselisihan diplomatik dan putusnya hubungan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Mata-Mata Turki Gagalkan Pembunuhan Kelompok Iran terhadap Pengusaha Israel
Namun, baru-baru ini ada dorongan untuk rekonsiliasi antara Ankara dan Tel Aviv dengan negosiasi bolak-balik sepanjang tahun lalu. Syarat utama, yang sebelumnya ditetapkan oleh Israel untuk pemulihan hubungan yakni pemerintah Turki harus menindak elemen-elemen kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Kondisi itu bermula dari klaim media Israel, sejak 2019, bahwa tokoh Hamas terkemuka menggunakan Istanbul sebagai tempat yang aman. Kelompok itu dikatakan mendirikan kantor dan fasilitas rahasia untuk melakukan serangan dunia maya terhadap Israel dan mereka merekrut mahasiswa Palestina di Turki untuk mengirim mereka ke Tepi Barat sebagai agen.
Pemerintah Israel juga telah lama prihatin dengan dukungan vokal pemerintah Turki terhadap perjuangan Palestina dan upayanya untuk menengahi antara Hamas dan faksi saingannya, Fatah, atau Otoritas Palestina (PA). Meskipun tampaknya sekarang bersedia membatalkan kondisi itu, Tel Aviv masih berhati-hati terhadap tawaran rekonsiliasi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Baca juga: PBB Minta Israel Setop Pembongkaran Rumah dan Pengusiran Warga Palestina
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan awal bulan ini bahwa segalanya terjadi sangat lambat dan bertahap. Menyikapi kondisi Israel tersebut, Turki sebelumnya membuat syarat sendiri bahwa kebijakan Israel harus lebih sensitif terhadap Palestina untuk memulihkan hubungan. (OL-14)
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Absennya representasi resmi Palestina dalam forum awal BoP menjadi variabel krusial yang patut dicermati.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan isi pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Washington DC, Amerika Serikat.
Dino Patti Djalal soroti absennya poin Solusi Dua Negara dalam pidato Presiden Prabowo di Board of Peace Washington. Simak pesan penting pendiri FPCI ini.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan keputusan Indonesia mengambil peran sebagai Wakil Komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Palestina.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved