Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Senin (7/2), membuat janji kategoris dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz untuk menutup pipa gas Nord Stream 2 yang kontroversial dari Rusia ke Eropa jika Moskow melancarkan invasi ke Ukraina.
Pernyataan Biden tersebut adalah yang paling blak-blakan sejauh ini tentang nasib pipa baru itu, yang telah selesai tetapi belum mulai menyalurkan gas alam ke Jerman.
"Jika Rusia menyerang – itu berarti tank atau pasukan melintasi perbatasan Ukraina, lagi – tidak akan ada lagi Nord Stream 2," kata Biden dalam konferensi pers bersama dengan Scholz, setelah pembicaraan bilateral di Kantor Oval, Gedung Putih.
"Saya berjanji," kata Biden, "Kami akan mengakhirinya."
Baca juga: Macron Bahas Ukraina dengan Biden Jelang Perjalanannya ke Rusia
Sementara itu, Scholz kurang jelas tentang seberapa jauh dia bersedia menghukum Rusia jika serangan diluncurkan oleh lebih dari 100.000 tentara yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkumpul di perbatasan Ukraina.
Dia mengatakan dia dan Biden benar-benar bersatu mengenai sanksi terhadap Rusia.
"Kami tidak akan mengambil langkah yang berbeda, kami akan melakukan langkah yang sama dan itu akan sangat, sangat sulit bagi Rusia," jelasnya.
Namun, ketika ditanya langsung oleh wartawan untuk mengomentari Nord Stream 2, dia berulang kali menghindari menyebutkan nama pipa atau mengonfirmasi secara langsung bahwa dia akan mendukung penghapusan infrastruktur.
Saat ditanya bagaimana Nord Stream 2 dapat ditangguhkan ketika Jerman mengontrol bagian penting, Biden mengatakan: "Saya berjanji, kami akan dapat melakukan itu".
Scholz, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Gedung Putih sejak mengambil alih dari pemimpin lama Jerman Angela Merkel, mendapat kecaman dari Ukraina dan beberapa di AS atas sikapnya yang relatif lebih diam dalam membela Ukraina.
Adapun yang dipermasalahkan adalah keputusan Jerman yang tidak bergabung dengan AS dan sekutu NATO lainnya di Eropa dalam mengirimkan senjata untuk membantu militer Ukraina dan pertanyaan apakah Jerman benar-benar bersedia mengesampingkan Nord Stream 2.
"Jerman benar-benar dapat diandalkan – sepenuhnya dapat diandalkan. Saya tidak ragu tentang Jerman sama sekali," kata Biden, yang berbicara di sebelah Scholz. (AFP/OL-1)
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
POSISI tegas diambil Berlin dalam menanggapi manuver terbaru Kabinet Israel yang merombak aturan administratif di wilayah penduduka
Semua bermula pada 29 Januari 1886, saat Carl Benz mendapatkan paten kendaraan pertama di dunia Benz Patent-Motorwagen.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
SEKRETARIS Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu dalam lima tahun ke depan.
Raja Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan kenegaraan bernuansa Natal di Windsor Castle.
SEKITAR 2,5 tahun lalu, lebih dari selusin perwira tinggi Jerman berkumpul di kompleks militer Berlin untuk menyusun rencana rahasia menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved