Selasa 08 Februari 2022, 07:10 WIB

Biden Pastikan Pipa Nord Stream 2 akan Berakhir Jika Rusia Invasi Ukraina

Nur Aivanni | Internasional
Biden Pastikan Pipa Nord Stream 2 akan Berakhir Jika Rusia Invasi Ukraina

AFP/Brendan Smialowski
Presiden AS Joe Biden (kanan)dalam konferemsi pers besama Kanselir Jerman Olaf Scholz di Gedung Putih.

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Senin (7/2), membuat janji kategoris dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz untuk menutup pipa gas Nord Stream 2 yang kontroversial dari Rusia ke Eropa jika Moskow melancarkan invasi ke Ukraina.

Pernyataan Biden tersebut adalah yang paling blak-blakan sejauh ini tentang nasib pipa baru itu, yang telah selesai tetapi belum mulai menyalurkan gas alam ke Jerman.

"Jika Rusia menyerang – itu berarti tank atau pasukan melintasi perbatasan Ukraina, lagi – tidak akan ada lagi Nord Stream 2," kata Biden dalam konferensi pers bersama dengan Scholz, setelah pembicaraan bilateral di Kantor Oval, Gedung Putih.

"Saya berjanji," kata Biden, "Kami akan mengakhirinya."

Baca juga: Macron Bahas Ukraina dengan Biden Jelang Perjalanannya ke Rusia

Sementara itu, Scholz kurang jelas tentang seberapa jauh dia bersedia menghukum Rusia jika serangan diluncurkan oleh lebih dari 100.000 tentara yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkumpul di perbatasan Ukraina.

Dia mengatakan dia dan Biden benar-benar bersatu mengenai sanksi terhadap Rusia. 

"Kami tidak akan mengambil langkah yang berbeda, kami akan melakukan langkah yang sama dan itu akan sangat, sangat sulit bagi Rusia," jelasnya.

Namun, ketika ditanya langsung oleh wartawan untuk mengomentari Nord Stream 2, dia berulang kali menghindari menyebutkan nama pipa atau mengonfirmasi secara langsung bahwa dia akan mendukung penghapusan infrastruktur.

Saat ditanya bagaimana Nord Stream 2 dapat ditangguhkan ketika Jerman mengontrol bagian penting, Biden mengatakan: "Saya berjanji, kami akan dapat melakukan itu".

Scholz, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Gedung Putih sejak mengambil alih dari pemimpin lama Jerman Angela Merkel, mendapat kecaman dari Ukraina dan beberapa di AS atas sikapnya yang relatif lebih diam dalam membela Ukraina.

Adapun yang dipermasalahkan adalah keputusan Jerman yang tidak bergabung dengan AS dan sekutu NATO lainnya di Eropa dalam mengirimkan senjata untuk membantu militer Ukraina dan pertanyaan apakah Jerman benar-benar bersedia mengesampingkan Nord Stream 2.

"Jerman benar-benar dapat diandalkan – sepenuhnya dapat diandalkan. Saya tidak ragu tentang Jerman sama sekali," kata Biden, yang berbicara di sebelah Scholz. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Arun SANKAR

Keadaan Darurat Di Sri Lanka Segera Dicabut

👤Widhoroso 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 23:15 WIB
PEMERINTAH Sri Lanka tidak akan memperpanjang keadaan darurat yang sebelumnya diberlakukan untuk mengendalikan protes...
AFP/BULENT KILIC

Zelenskyy Peringatkan Malapetaka Zaporizhzhia Ancam Seluruh Eropa

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 22:40 WIB
Zelenskyy meminta masyarakat internasional untuk mengadopsi sanksi keras baru terhadap Rusia dan tidak menyerah pada pemerasan...
AFP/MANDEL NGAN

Ibu Negara AS Positif Covid-19

👤Widhoroso 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 22:36 WIB
JILL Biden, isteri Presiden AS Joe Biden positif terpapar Covid-19 dengan gejala ringan. Ibu Negara AS tersebut positif Covid-19 dua pekan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya