Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pendeta asal Amerika Serikat yang dipecat dari jabatannya divonis penjara selama 12 tahun pada Selasa (21/12). Ia didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di tempat penampungan Timor Timur atau sekarang Timor Leste. Kasus ini menyebabkan perpecahan tajam di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu.
Setidaknya 15 wanita telah menuduh Richard Daschbach, 84, melakukan pelecehan seksual ketika mereka masih anak-anak di penampungannya di daerah Oecusse. Ada kekhawatiran bahwa mungkin ada lebih banyak korban.
Panel hakim memutuskan mantan pendeta itu bersalah atas beberapa kejahatan seks di tempat penampungan yang didirikan pada awal 1990-an dan menampung ratusan anak yatim dan anak-anak miskin. Mereka menjatuhkan beberapa hukuman total 37 tahun di balik jeruji besi. Namun hakim ketua Yudi Pamukas mengatakan hukuman itu dikurangi mengingat usianya.
Daschbach berada di bawah tahanan rumah selama persidangan. Hakim memerintahkan hukuman penjara segera untuk mencegah upaya melarikan diri.
Pengadilan juga memerintahkan pihak berwenang Timor Lorosa'e untuk membayar kompensasi finansial kepada para korban. Daschbach pindah ke Timor Timur pada pertengahan 1970-an. Ia pernah dihormati secara luas karena pekerjaan amalnya di negara Asia Tenggara itu.
Dia diberhentikan oleh Vatikan pada 2018. Akan tetapi rincian tuduhan pelecehan seksual baru diungkapkan pada tahun berikutnya ketika kasus tersebut dilaporkan oleh media berita lokal.
Pejabat Katolik di ibu kota Timor Leste, Dili, mengatakan tahun ini bahwa Daschbach dipecat karena dia telah mengakui kejahatan keji itu. Namun Daschbach tetap mendapat dukungan luas di negara Katolik itu, termasuk di antara beberapa anggota elite politik, karena dukungannya terhadap gerakan kemerdekaan Timor Timur.
Baca juga: Korban Tewas akibat Banjir Malaysia Bertambah Jadi 14 Orang
Banyak orang Timor Katolik yang taat meragukan klaim pelecehan tersebut. Sebagian besar korban tidak mau disebutkan nama mereka karena takut akan pembalasan. Pada Agustus, Daschbach juga didakwa di Amerika Serikat atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. (AFP/OL-14)
Kemenpora mengambil sikap tegas terhadap oknum pelatih berinisial HB yang diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
PENYIDIK Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belu, Nusa Tenggara Timur, memburu RM, salah satu pemuda yang diduga turut terlibat dalam kasus persetubuhan anak berusia 16 tahun.
Jacques Leveugle ditangkap setelah keponakannya menemukan USB berisi catatan kejahatan seksual terhadap 89 remaja di berbagai negara.
Jumlah korban dalam kasus dugaan pelecehan yang melibatkan guru di sebuah SMA di kawasan Pasar Rebo lebih dari dua siswi.
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap tuduhan serius terhadap Jes Staley, mantan CEO Barclays. Ia diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap korban Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS resmi mengakhiri peninjauan berkas Jeffrey Epstein, namun Kongres tetap melanjutkan penyelidikan. Nama Trump dan Clinton kembali jadi sorotan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved