Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUMAN Rights Watch menuduh polisi Israel pada Selasa (14/12) menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa warga Arab di kota Lod selama kerusuhan pada Mei lalu. Padahal polisi memperlakukan perusuh Yahudi di kota itu dengan lebih baik.
Kekerasan di Lod, Israel tengah, terjadi ketika ketegangan meningkat di Jerusalem timur yang dicaplok Israel. Saat itu pengunjuk rasa Palestina yang menentang penggusuran ilegal bentrok dengan pasukan keamanan. Pertempuran pun berkobar antara pasukan Israel dan gerilyawan Palestina yang berbasis di Gaza.
Kerusuhan di Lod antara 10 Mei dan 14 Mei dilakukan oleh penduduk Arab dan Yahudi, menurut beberapa pejabat dan saksi, dengan tempat ibadah Yahudi dan Muslim dirusak. Namun HRW mengatakan, "Polisi tampaknya bertindak setengah hati dan tidak merata terhadap kekerasan terhadap warga Palestina di Israel yang dilakukan oleh ultranasionalis Yahudi."
Laporan kelompok itu mengutip contoh-contoh saat polisi gagal bertindak tepat waktu untuk melindungi penduduk Palestina di Lod dari kelompok-kelompok Yahudi yang kejam. Ia juga mengutip contoh ketika lembaga penegak hukum Israel menggunakan kekuatan berlebihan untuk membubarkan protes damai oleh orang Palestina.
Polisi Israel menolak tuduhan perlakuan tidak adil itu. Katanya kepada AFP bahwa petugas bekerja siang dan malam selama kerusuhan yang terjadi di Lod Mei lalu untuk memulihkan perdamaian dan keamanan bagi penduduk kota. "Investigasi dan penangkapan terkait dengan kerusuhan dilakukan terlepas dari agama atau identitas pelaku," kata seorang juru bicara polisi.
Human Rights Watch menuduh Israel melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan dalam wilayah Israel. Israel dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan menuduh kelompok tersebut memiliki bias terhadap negara Yahudi tersebut.
Baca juga: Banyak Pengungsi Suriah di Gaza tidak Dapat Bantuan UNRWA
Direktur HRW Israel dan Palestina, Omar Shakir, diusir oleh Israel pada 2019 atas tuduhan bahwa ia sebelumnya mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi, yang berupaya mengisolasi Israel akibat perlakuan buruk terhadap warga Palestina. (AFP/OL-14)
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
JDF Asia Pasifik juga mendesak langkah konkret komunitas internasional untuk menghentikan implementasinya.
Aktor Liam Cunningham mengecam UU hukuman mati Israel yang khusus untuk warga Palestina, menyebut pendukungnya “genosida dan apartheid”.
Kekerasan pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat mencapai level tertinggi. Simak analisis mengenai impunitas dan dukungan ideologisnya.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
SETIAP konflik pada akhirnya bisa dirundingkan, kecuali konflik yang mengatasnamakan Tuhan.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, mengecam undang-undang oleh parlemen Israel terkait penerapan RUU eksekusi tahanan Palestina
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Libanon selatan
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
JDF Asia Pasifik juga mendesak langkah konkret komunitas internasional untuk menghentikan implementasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved