Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
JUTAAN rakyat Iran tumpah ruah ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional pada Jumat (13/3) waktu setempat. Namun, aksi solidaritas untuk Palestina ini berubah mencekam setelah sebuah ledakan mengguncang Alun-Alun Ferdowsi, Tehran, di tengah berkecamuknya serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan stasiun televisi pemerintah Iran mengonfirmasi sedikitnya satu orang wanita tewas akibat terkena serpihan proyektil (shrapnel). Media Press TV menyebut insiden tersebut sebagai dampak langsung dari serangan udara jet tempur koalisi AS-Israel. Ledakan terjadi tak lama setelah pihak Israel mengeluarkan peringatan agar warga segera mengosongkan area tersebut sebelum serangan dilakukan.
Peringatan Hari Al-Quds tahun ini terasa jauh lebih emosional bagi warga Iran. Pasalnya, aksi ini digelar di tengah agresi militer yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir di wilayah Iran. Data terbaru menunjukkan skala tragedi yang masif, dengan lebih dari 1.444 nyawa melayang dan 18.551 orang terluka, menurut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Iran. Mayoritas korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan pelajar.
Di tengah kepulan asap dan kibaran bendera Palestina, massa juga membawa potret Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru saja terpilih. Dalam pidato pertamanya sehari sebelum aksi, Mojtaba Khamenei menegaskan komitmen Iran untuk tidak mundur menghadapi tekanan militer asing.
Aksi Hari Al-Quds kali ini tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi kemerdekaan Palestina, tetapi juga bertransformasi menjadi bentuk perlawanan nasional Iran terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi ilegal AS dan sekutunya.
Di tengah bayang-bayang jet tempur dan dentuman ledakan, nyali warga Iran justru kian mengeras. Melaporkan langsung dari jantung aksi, jurnalis Al Jazeera, Tohid Asadi, menggambarkan suasana peringatan Hari Al-Quds tahun ini sebagai ajang "pembuktian ketahanan" (resilience) rakyat Iran melawan tekanan bertubi-tubi dari AS dan Israel.
"Mereka pikir dengan membunuh dan menjatuhkan bom di atas kepala kami, kami akan ketakutan. Tidak. Kami tetap berdiri tegak demi negara kami," tegas seorang perempuan peserta aksi kepada Al Jazeera.
Peserta lain menambahkan bahwa kehadiran jutaan orang di berbagai alun-alun kota adalah pesan nyata bagi dunia. "Rakyat menunjukkan bahwa ketidakadilan bisa dikalahkan dan tembok penindasan itu bisa dihancurkan," ujarnya optimistis.
Aksi ini juga dihadiri oleh jajaran petinggi negara. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian,terlihat membaur di tengah massa di Teheran bersama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani.
Kehadiran fisik Pezeshkian seolah menjawab seruannya sendiri di media sosial sehari sebelumnya. Ia mendesak seluruh rakyat Iran untuk turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya guna "mengecewakan musuh-musuh Iran". (B-3)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto membahas eskalasi konflik Iran-Israel melalui telepon.
Iran serang kilang minyak Haifa dengan rudal sebagai balasan atas sabotase infrastruktur energi. Israel klaim kerusakan minim, namun Teheran ancam balas lebih keras.
Iran ancam balas total jika infrastruktur energi mereka diserang lagi. Serangan di Teluk Persia picu lonjakan harga bensin & lumpuhkan 17% kapasitas ekspor LNG Qatar.
Iran luncurkan gelombang serangan ke-53 sasar pusat komando Israel dan pangkalan AS. Operasi Janji Setia 4 gunakan rudal hipersonik Fattah sebagai aksi retaliasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved