Rabu 08 Desember 2021, 20:07 WIB

Latar Belakang Remaja Palestina yang Tikam Warga Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Latar Belakang Remaja Palestina yang Tikam Warga Israel

AFP/Mahmud Hams.
Petani Palestina menggali dengan cangkul di ladang dekat pagar yang menandai perbatasan antara Jalur Gaza Palestina dan Israel.

 

SEORANG remaja perempuan Palestina, yang keluarganya berjuang dari pengusiran oleh pemukim Yahudi di Jerusalem timur yang dicaplok, ditangkap polisi Israel pada Rabu (8/12). Ia dicurigai menikam seorang pemukim perempuan, kata polisi Israel dan kelompok pemantau.

Tersangka berusia 14 tahun dilacak ke suatu sekolah di lingkungan Sheikh Jarrah setelah perburuan besar-besaran menggunakan helikopter polisi serta unit darat. Layanan darurat Israel mengidentifikasi korban penikaman sebagai Moria Cohen, 26, seorang warga Yahudi di lingkungan itu, yang membawa anak-anaknya ke taman kanak-kanak pada saat serangan itu.

Cohen dirawat di Rumah Sakit Hadassah Mount Scopus dengan pisau sepanjang 30 sentimeter di punggungnya, kata direktur bedah umum Haggi Mazeh. Dia menggambarkan kondisi Cohen tergolong ringan dan rumah sakit memulangkannya pada Rabu.

Polisi Israel mengatakan mereka juga telah menangkap sejumlah wanita yang melindungi tersangka pada saat penangkapannya. Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memuji, "Pasukan keamanan atas penangkapan teroris yang cepat," dan berharap, "Korban cepat sembuh."

Baca juga: Daftar Panjang Serangan Israel ke Suriah sejak 2013

Ketegangan hak atas tanah di Sheikh Jarrah dan lingkungan Jerusalem timur lain yang diperebutkan meledak pada Mei. Warga Palestina berulang kali bentrok dengan pasukan keamanan Israel dalam kerusuhan yang membantu memicu 11 hari pertempuran mematikan antara Israel dan militan Palestina di Gaza.

Hagit Ofran dari kelompok antipemukiman Peace Now yang melacak kasus-kasus hak tanah Jerusalem timur mengatakan kepada AFP bahwa tersangka termasuk salah satu dari setidaknya tujuh keluarga di Sheikh Jarrah yang menghadapi proses penggusuran. "Kasus mereka sedang menunggu keputusan di Mahkamah Agung," kata Ofran.

Suami korban, Dvir, mengatakan kepada wartawan bahwa pasangan itu tinggal di Sheikh Jarrah bersama anak-anak mereka dan berniat untuk tetap tinggal meskipun ada serangan. "Kami akan tetap tinggal di sana dan menetap. Ini merupakan panggilan kami," katanya.

Sheikh Jarrah ialah salah satu dari sejumlah lingkungan timur yang diklaim pemukim Yahudi atas tempat tinggal orang Palestina. Pemukim Yahudi mengatakan bahwa properti itu milik orang Yahudi sebelum perang kemerdekaan Israel pada 1948.

Palestina telah menolak klaim tersebut. Tanah itu dialokasikan kepada mereka ketika Jerusalem timur berada di bawah pemerintahan Yordania antara 1948 dan 1967.

Terkejut

Kakek tersangka mengatakan kepada AFP bahwa keluarganya terkejut menyusul laporan penikaman. Berbicara kepada AFP pada Juni, dia mengatakan keluarga dan tetangganya di Sheikh Jarrah hidup di bawah ketakutan terus-menerus terhadap penggusuran.

Baca juga: New York Post Ungkap Rahasia Israel Sabotase Nuklir Iran

"Saya takut mereka akan membuang kami ke jalan. Mereka akan mengusir seluruh lingkungan," katanya.

Penusukan itu mengikuti serangkaian serangan serigala tunggal dalam beberapa pekan terakhir oleh individu-individu yang tampaknya tidak memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok militan yang mapan.

Serangan sebelumnya

Pada Senin, seorang remaja Palestina menabrakkan mobilnya ke pos pemeriksaan Israel di Tepi Barat. Seorang penjaga keamanan menembaknya hingga tewas, kata pihak berwenang Israel.

Pada Sabtu, seorang pria Palestina menikam seorang warga sipil Israel dan berusaha menyerang polisi di dekat Kota Tua. Petugas menembak penyerang dan tampaknya terus menembak setelah dia tergeletak di tanah dalam keadaan tidak berdaya.

Palestina menuduh Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan. Israel mengatakan petugas yang membunuh penyerang mengikuti protokol.

Bulan lalu, seorang warga sipil Israel tewas dan tiga terluka ketika seorang pria bersenjata Palestina melepaskan tembakan di Kota Tua Jerusalem dalam serangan penembakan yang jarang dilakukan oleh seorang militan Hamas, kelompok Islam Palestina yang menguasai Jalur Gaza.

Baca juga: Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

Israel menduduki Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari pada 1967 kemudian mencaploknya dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Palestina mengklaim sektor timur kota itu sebagai ibu kota negara masa depan mereka. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Planet Labs PBC

Lima WNI di Tonga Terus Diupayakan Dikontak KBRI Wellington

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 20 Januari 2022, 09:14 WIB
KBRI Wellington terus berupaya mencari tahu kondisi lima WNI yang berada di Tonga, pasca letusan gunung berapi bawah laut Hunga-Tonga-Hunga...
AFP/Christophe ARCHAMBAULT

Prancis Kembali Laporkan Rekor Harian Covid-19 Tertinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 09:03 WIB
Otoritas Prancis lagi-lagi melaporkan 436.000 lebih kasus harian Covid-19 pada Rabu (19/1), setelah mencatat 464.769 kasus sehari...
AFP/Tolga Akmen

Inggris Bebaskan Masker dan Bakal Mulai WFH Mulai Pekan Depan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 08:55 WIB
Masyarakat di Inggris akan dibebaskan dari keharusan memakai masker di mana saja atau bekerja dari rumah (work from home/WFH) mulai pekan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya