Selasa 31 Agustus 2021, 15:03 WIB

Dikira ISIS, 10 Anggota Keluarga Afghanistan Tewas dalam Serangan Amerika

Nur Aivanni | Internasional
Dikira ISIS, 10 Anggota Keluarga Afghanistan Tewas dalam Serangan Amerika

AFP/Aamir Qureshi.
Perempuan Afganistan menyeberang jalan di Kabul pada Selasa (31/8).

 

KETIKA Ezmarai Ahmadi pulang kerja pada Minggu (29/8) malam di Kabul, Afghanistan, gerombolan anak-anak biasanya menjerit-jerit menunggu untuk menyambutnya. Mereka ialan putra dan putrinya serta banyak keponakannya.

Dia menarik sedan putihnya ke jalan masuk ke rumah sederhana di Kwaja Burga, lingkungan padat penduduk di barat laut ibu kota Afghanistan, dan menyerahkan kunci kepada putra sulungnya untuk diparkir. Anak-anak itu pun masuk ke dalam kendaraan untuk bermain-main. Ezmarai menyaksikan mereka dari samping.

Kemudian dari langit biru Afghanistan, satu rudal datang menghantam mobil dengan kekuatan yang mengerikan dan melenyapkan nyawa 10 orang dalam sekejap. Padahal di hari itu Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah menghancurkan kendaraan bermuatan bahan peledak dalam serangan udaranya untuk menggagalkan upaya ISIS meledakkan bom mobil di bandara Kabul.

Pada Senin, hal itu tampak bahwa mereka bisa membuat kesalahan besar. "Roket itu datang dan mengenai mobil yang penuh dengan anak-anak di dalam rumah kami," kata Aimal Ahmadi, saudara laki-laki Ezmarai. "Itu membunuh mereka semua," tambahnya.

Aimal mengatakan 10 anggota keluarga tewas dalam serangan udara tersebut, termasuk putrinya sendiri dan lima anak lain. Pada Senin, ketika AFP mengunjungi tempat kejadian, Aimal dengan tidak sabar menunggu kerabat lain datang untuk membantunya mengatur pemakaman bagi sebagian besar keluarganya.

"Saudara laki-laki saya dan keempat anaknya terbunuh. Saya kehilangan putri kecil saya, keponakan-keponakan," katanya dengan nada putus asa.

"Kami mengetahui laporan korban sipil setelah serangan kami terhadap satu kendaraan di Kabul," kata Kapten Bill Urban, juru bicara militer AS, dalam suatu pernyataan. Aimal hampir tidak percaya saudaranya bisa dikira sebagai simpatisan ISIS, apalagi seseorang yang merencanakan serangan bom mobil yang mematikan.

Baca juga: AS Angkat Kaki, Taliban Rayakan Kemerdekaan Afghanistan

Ezmarai ialah seorang insinyur yang bekerja di organisasi nonpemerintah. Ia merupakan warga Afghanistan biasa yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup di masa yang penuh gejolak. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Fabrice COFFRINI

WHO Peringatkan Pandemi Belum Berakhir

👤Nur Aivanni  🕔Rabu 19 Januari 2022, 16:32 WIB
Strain omikron yang sangat menular telah menyebar tanpa henti ke seluruh...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina yang Ingin Bakar Diri

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:45 WIB
Penggusuran yang membayangi keluarga-keluarga lain dari Sheikh Jarrah pada Mei tahun lalu memicu perang 11 hari antara Israel dan...
AFP/Carl DE SOUZA

Brasil Laporkan Rekor Kasus Baru Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 12:05 WIB
Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan angka kematian yang bertambah 351 pada Selasa (18/1), jumlah tertinggi sejak pertengahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya