Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah pada Maret 2026 memaksa Amerika Serikat mengerahkan dua aset maritim terkuatnya secara bersamaan: USS Gerald R. Ford (CVN-78) dan USS Abraham Lincoln (CVN-72).
Meski keduanya tampak serupa sebagai raksasa baja di samudera, USS Gerald R. Ford membawa revolusi teknologi yang membuatnya jauh lebih efisien dan mematikan dibandingkan USS Abraham Lincoln yang berasal dari kelas Nimitz.
USS Gerald R. Ford adalah kapal pertama dari kelasnya, yang dirancang untuk menggantikan kelas Nimitz (tempat Lincoln bernaung). Berikut perbandingan spesifikasi kunci keduanya:
| Fitur Utama | USS Gerald R. Ford (CVN-78) | USS Abraham Lincoln (CVN-72) |
|---|---|---|
| Kelas | Ford-class (Terbaru) | Nimitz-class (Legendaris) |
| Sistem Peluncur | EMALS (Elektromagnetik) | Steam Catapult (Uap) |
| Reaktor Nuklir | 2x Bechtel A1B (700 MW) | 2x Westinghouse A4W (550 MW) |
| Jumlah Kru | ± 4.500 (Otomatisasi Tinggi) | ± 5.200 - 5.600 |
| Sortie Rate | 160 - 270 penerbangan/hari | ± 120 penerbangan/hari |
USS Abraham Lincoln menggunakan tenaga uap untuk melontarkan pesawat, yang membutuhkan ruang besar dan perawatan rumit. Sebaliknya, USS Gerald R. Ford menggunakan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System). Teknologi ini memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih halus, mengurangi tekanan pada struktur pesawat, dan mampu meluncurkan berbagai jenis pesawat, mulai dari drone ringan hingga jet tempur berat F-35C.
Reaktor A1B pada USS Ford mampu menghasilkan listrik tiga kali lipat lebih besar dibanding reaktor pada kelas Nimitz. Daya ini sangat krusial di tahun 2026 untuk mendukung senjata masa depan seperti Directed Energy Weapons (Laser) dan sistem radar Dual Band yang membutuhkan energi masif.
Jika Anda melihat foto keduanya, 'pulau' atau menara kontrol pada USS Ford terletak lebih ke belakang dan berukuran lebih kecil dibanding USS Abraham Lincoln. Desain ini memberikan ruang dek yang lebih luas bagi pesawat untuk bermanuver, mempercepat proses pengisian bahan bakar dan persenjataan (re-arming).
Baca juga : Harga Rudal Tomahawk Tembus Rp42 Miliar, Biaya Perang AS di Iran Meroket
1. Mengapa USS Gerald R. Ford membutuhkan lebih sedikit kru?
Berkat otomatisasi di hampir seluruh sistem kapal, mulai dari dapur hingga sistem manajemen senjata, USS Ford mampu beroperasi dengan 700 hingga 900 personel lebih sedikit dibandingkan kelas Nimitz.
2. Apakah USS Abraham Lincoln akan segera dipensiunkan?
Meskipun kelas Ford mulai masuk, USS Abraham Lincoln masih memiliki masa pakai yang panjang setelah menjalani proses RCOH (Refueling and Complex Overhaul) dan tetap menjadi tulang punggung armada AS hingga 2040-an.
Baca juga: Mengenal Selat Hormuz Lokasi, Sejarah, dan Nilai Strategis Ekonomi
3. Mana yang lebih cepat antara keduanya?
Keduanya memiliki kecepatan maksimal yang serupa, yakni lebih dari 30 knot (sekitar 56 km/jam). Namun USS Ford memiliki akselerasi dan manajemen daya yang lebih responsif berkat reaktor A1B. (I-2)
Donald Trump umumkan penghancuran jembatan B1 di Karaj, Iran. Ketegangan meningkat saat Trump ancam bawa Iran kembali ke 'zaman batu' jika tak berunding.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan Iran bukan ancaman global dan ajak AS dialog demi stabilitas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah.
Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan teknologi AS di Timur Tengah, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Simak daftar lengkapnya.
Presiden AS Donald Trump sebut tujuan militer di Iran hampir tercapai, tetapiĀ siapkan serangan besar dalam 2-3 minggu ke depan. Simak selengkapnya.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran meminta gencatan senjata dengan syarat pembukaan Selat Hormuz. Teheran membantah keras klaim tersebut.
Diplomat PBB Mohamad Safa mengundurkan diri dan mengungkap kekhawatiran skenario penggunaan senjata nuklir terhadap Iran di tengah ketegangan global.
Menurut anggaran Badan Pertahanan Rudal AS pada 2025, radar AN/TPY-2 berharga 136 juta dolar Amerika (sekitar Rp2,31 triliun).
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Diversifikasi itu bertujuan mengurangi risiko gangguan pasokan, sebut laporan itu.
Pernyataan IRGC menandai kali kedua Iran mengaku telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS sejak eskalasi konflik pada 28 Februari.
Donald Trump umumkan penghancuran jembatan B1 di Karaj, Iran. Ketegangan meningkat saat Trump ancam bawa Iran kembali ke 'zaman batu' jika tak berunding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved