Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Harga Rudal Tomahawk Tembus Rp42 Miliar, Biaya Perang AS di Iran Meroket

Media Indonesia
13/3/2026 11:34
Harga Rudal Tomahawk Tembus Rp42 Miliar, Biaya Perang AS di Iran Meroket
Ilustrasi.(Al Jazeera)

DI tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah pada Maret 2026, penggunaan persenjataan canggih oleh Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan, bukan hanya karena dampaknya, tetapi juga karena harganya yang selangit.

Rudal Tomahawk, yang menjadi andalan dalam serangan ke wilayah Minab, merupakan salah satu amunisi termahal dalam inventaris Angkatan Laut AS.

Estimasi Harga Rudal Tomahawk Block V Terbaru (2026)

Berdasarkan dokumen anggaran Departemen Pertahanan AS tahun fiskal 2026 dan data kurs mata uang rupiah terbaru per 13 Maret 2026, berikut rincian biayanya:

Komponen Senjata Harga dalam US$ Estimasi dalam Rupiah (Kurs 16.918)
Tomahawk Block V (Standar) $2.500.000 Rp42,29 miliar
Tomahawk Maritime Strike $4.100.000 Rp69,36 miliar
Sistem Peluncur Darat (Typhon) $6.200.000 Rp104,89 miliar

Per Maret 2026, harga satu unit rudal Tomahawk Block V (varian tercanggih) diperkirakan berada di kisaran US$2,5 juta. Dengan nilai tukar rupiah yang sedang tertekan di level 16.918 per dolar AS (Data Bloomberg, 13 Maret 2026), biaya satu kali peluncuran rudal ini mencapai:

  • Harga per Unit: ± Rp42.295.000.000 (Rp42,2 miliar).
  • Harga Varian Maritim (Antikapal): Bisa mencapai US$4,1 juta atau sekitar Rp69,3 miliar.
  • Biaya Sistem Peluncur (Launcher): Sekitar US$6,2 juta atau Rp104,8 miliar per unit.

Baca juga : Daftar Drone dan Rudal Iran Terbaru 2026 Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan

Faktor Pemicu Tingginya Harga

Harga fantastis ini mencakup berbagai komponen teknologi tinggi yang dikembangkan oleh RTX Corporation (Raytheon). Beberapa faktor utama yang membuat harga Tomahawk meroket di tahun 2026 antara lain:

  • Sistem Navigasi DSMAC IIA: Kemampuan mencocokkan citra digital secara real-time untuk akurasi tinggi.
  • Teknologi Stealth: Lapisan khusus yang meminimalisir deteksi radar pertahanan udara Iran.
  • Kemampuan Loitering: Rudal dapat berputar-putar di atas area target selama beberapa waktu sebelum memutuskan untuk menyerang.
  • Biaya Logistik Perang: Peningkatan permintaan mendadak akibat konflik aktif meningkatkan biaya rantai pasok global.

Kenaikan harga ini dipicu oleh integrasi teknologi navigasi anti-jamming GPS terbaru, sistem komunikasi satelit dua arah, dan hulu ledak yang lebih kuat. Selain itu, biaya produksi meningkat karena Pentagon mempercepat output hingga 1.000 unit per tahun guna menutupi stok yang terkuras selama serangan ke wilayah Iran dan Yaman.

Baca juga: Spesifikasi Tomahawk Block V Rudal Siluman AS Salah Sasaran di Iran

Analisis Ekonomi: Dalam 24 jam pertama serangan ke Iran, AS diperkirakan telah meluncurkan lebih dari 200 rudal Tomahawk. Jika dikalkulasi, Pentagon menghabiskan sedikitnya Rp8,4 triliun hanya untuk amunisi rudal jelajah saja dalam sehari, belum termasuk biaya operasional kapal induk dan jet tempur.

Perbandingan dengan Alutsista Lawan

Kritik mengenai efisiensi biaya sering muncul ketika membandingkan Tomahawk dengan drone Shahed-136 milik Iran. Satu rudal Tomahawk seharga Rp42 miliar sering kali digunakan untuk menghancurkan target yang secara ekonomi bernilai jauh lebih rendah atau justru salah sasaran seperti insiden di sekolah Minab, yang secara politis dan ekonomi menjadi kerugian besar bagi Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan, biaya satu rudal Tomahawk ini setara dengan harga sekitar 80 hingga 100 drone Shahed milik Iran, yang hanya dibanderol sekitar US$20.000-US$50.000 per unit. Ketimpangan biaya ini menjadi kritik tajam bagi efisiensi militer AS dalam perang jangka panjang di Timur Tengah. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya