Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Profil Raytheon: Raksasa Senjata AS di Balik Produksi Rudal Tomahawk

Media Indonesia
13/3/2026 11:24
Profil Raytheon: Raksasa Senjata AS di Balik Produksi Rudal Tomahawk
Pesawat AS.(Al Jazeera)

RUDAL Tomahawk yang menjadi sorotan dunia menyusul tragedi mematikan di Minab, Iran, bukanlah sekadar produk militer biasa.

Senjata ini adalah hasil rekayasa teknologi tingkat tinggi dari salah satu kontraktor pertahanan terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yaitu RTX Corporation (sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies).

Profil Raytheon Missiles & Defense

Produksi rudal Tomahawk saat ini dikelola oleh divisi Raytheon Missiles & Defense. Perusahaan ini memegang peran sentral dalam persenjataan Pentagon, khususnya untuk kategori rudal jelajah jarak jauh. Sejak mengambil alih lini produksi dari General Dynamics, Raytheon telah memproduksi ribuan unit Tomahawk untuk Angkatan Laut AS dan sekutu internasionalnya.

Informasi Korporasi Detail
Nama Induk Perusahaan RTX Corporation (NYSE: RTX)
Kantor Pusat Manufaktur Tucson, Arizona, AS
Produk Utama Tomahawk, Patriot, Javelin, Sidewinder
Varian Terbaru Tomahawk Block V (Varian Terlibat di Iran)

Evolusi dari General Dynamics ke Raytheon

Secara historis, desain awal Tomahawk (BGM-109) dikembangkan oleh General Dynamics pada tahun 1970-an. Namun, melalui serangkaian akuisisi industri pertahanan di Amerika Serikat, hak manufaktur dan pengembangan teknologi rudal ini berpindah tangan ke Raytheon pada tahun 1994.

Baca juga : Daftar Drone dan Rudal Iran Terbaru 2026 Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan

Sejak saat itu, Raytheon terus melakukan modernisasi, termasuk menambahkan kemampuan navigasi berbasis satelit dan sensor optik canggih.

Fakta Teknis: Raytheon memproduksi varian Block V dengan peningkatan pada sistem komunikasi dan navigasi agar rudal dapat diarahkan kembali (re-targeting) saat masih berada di udara, sebuah fitur yang kini dipertanyakan efektivitasnya setelah insiden di Minab.

Tanggung Jawab Korporasi

Insiden di Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh, Minab, menempatkan Raytheon dalam posisi sulit. Para ahli hukum internasional mulai mempertanyakan apakah kegagalan teknis pada sistem pemandu rudal dapat menyeret pihak manufaktur ke ranah hukum, terutama jika terbukti ada cacat produksi atau kegagalan algoritma dalam mengenali target sipil yang sudah terdaftar dalam data GPS internasional.

Hingga saat ini, pihak RTX Corporation belum merilis data performa teknis rudal yang meledak di Iran tersebut. Alasannya, kerahasiaan militer dan investigasi yang masih berjalan oleh Departemen Pertahanan AS. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya