Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RUDAL Tomahawk yang menjadi sorotan dunia menyusul tragedi mematikan di Minab, Iran, bukanlah sekadar produk militer biasa.
Senjata ini adalah hasil rekayasa teknologi tingkat tinggi dari salah satu kontraktor pertahanan terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yaitu RTX Corporation (sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies).
Produksi rudal Tomahawk saat ini dikelola oleh divisi Raytheon Missiles & Defense. Perusahaan ini memegang peran sentral dalam persenjataan Pentagon, khususnya untuk kategori rudal jelajah jarak jauh. Sejak mengambil alih lini produksi dari General Dynamics, Raytheon telah memproduksi ribuan unit Tomahawk untuk Angkatan Laut AS dan sekutu internasionalnya.
| Informasi Korporasi | Detail |
|---|---|
| Nama Induk Perusahaan | RTX Corporation (NYSE: RTX) |
| Kantor Pusat Manufaktur | Tucson, Arizona, AS |
| Produk Utama | Tomahawk, Patriot, Javelin, Sidewinder |
| Varian Terbaru | Tomahawk Block V (Varian Terlibat di Iran) |
Secara historis, desain awal Tomahawk (BGM-109) dikembangkan oleh General Dynamics pada tahun 1970-an. Namun, melalui serangkaian akuisisi industri pertahanan di Amerika Serikat, hak manufaktur dan pengembangan teknologi rudal ini berpindah tangan ke Raytheon pada tahun 1994.
Baca juga : Daftar Drone dan Rudal Iran Terbaru 2026 Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan
Sejak saat itu, Raytheon terus melakukan modernisasi, termasuk menambahkan kemampuan navigasi berbasis satelit dan sensor optik canggih.
Insiden di Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh, Minab, menempatkan Raytheon dalam posisi sulit. Para ahli hukum internasional mulai mempertanyakan apakah kegagalan teknis pada sistem pemandu rudal dapat menyeret pihak manufaktur ke ranah hukum, terutama jika terbukti ada cacat produksi atau kegagalan algoritma dalam mengenali target sipil yang sudah terdaftar dalam data GPS internasional.
Hingga saat ini, pihak RTX Corporation belum merilis data performa teknis rudal yang meledak di Iran tersebut. Alasannya, kerahasiaan militer dan investigasi yang masih berjalan oleh Departemen Pertahanan AS. (I-2)
Donald Trump umumkan penghancuran jembatan B1 di Karaj, Iran. Ketegangan meningkat saat Trump ancam bawa Iran kembali ke 'zaman batu' jika tak berunding.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan Iran bukan ancaman global dan ajak AS dialog demi stabilitas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah.
Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan teknologi AS di Timur Tengah, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Simak daftar lengkapnya.
Presiden AS Donald Trump sebut tujuan militer di Iran hampir tercapai, tetapiĀ siapkan serangan besar dalam 2-3 minggu ke depan. Simak selengkapnya.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran meminta gencatan senjata dengan syarat pembukaan Selat Hormuz. Teheran membantah keras klaim tersebut.
Diplomat PBB Mohamad Safa mengundurkan diri dan mengungkap kekhawatiran skenario penggunaan senjata nuklir terhadap Iran di tengah ketegangan global.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz.
Menurut anggaran Badan Pertahanan Rudal AS pada 2025, radar AN/TPY-2 berharga 136 juta dolar Amerika (sekitar Rp2,31 triliun).
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved