Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Motjaba Khamenei Janjikan Balas Gugurnya Sang Ayah

Dhika Kusuma Winata
13/3/2026 09:59
Motjaba Khamenei Janjikan Balas Gugurnya Sang Ayah
Mojtaba Khamenei(Dok Tasnim Agency)

PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya menyampaikan pesan kepada publik setelah ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Ayatullah Khamenei sebelumnya gugur dalam serangan udara di awal perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat, Mojtaba menegaskan negaranya akan membalas kematian sang ayah. Pesan tersebut dibacakan oleh pembawa acara televisi dan tidak disertai rekaman video maupun audio dari Mojtaba secara langsung.

“Sebagian kecil dari pembalasan itu telah mulai terwujud. Namun sampai sepenuhnya tercapai, persoalan ini akan tetap menjadi prioritas kami,” begitu bunyi pesan Mojtaba.

Siaran televisi tersebut hanya menampilkan foto arsip Mojtaba dengan latar bendera Republik Islam Iran yang dibuat secara digital.

Dalam pesan perdananya, Mojtaba menegaskan Iran tidak akan melunak terhadap musuhnya. Ia menekankan pembalasan terhadap serangan yang menewaskan ayah dan istrinya akan terus dilakukan.

“Kami akan menuntut kompensasi dari musuh. Jika mereka menolak, kami akan mengambil properti mereka sebanyak yang kami tentukan. Jika itu tidak memungkinkan, maka kami akan menghancurkan jumlah yang setara dari properti mereka,” ujarnya.

Mojtaba menyampaikan duka pribadi atas kehilangan ayahnya. Ia mengaku sempat melihat jenazah Ali Khamenei setelah wafat. 

Selain ayahnya, serangan tersebut juga menewaskan istrinya, saudara perempuannya, anak dari saudara perempuannya, serta iparnya.

Dia juga menyinggung serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menurut otoritas Iran dilakukan oleh Amerika Serikat dan menewaskan sekitar 150 orang. Mojtaba menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan yang dengan sengaja dilakukan musuh.

Mojtaba juga menyinggung kemungkinan Iran menggunakan pengaruhnya di kawasan untuk menekan pasokan energi dunia. Dia menyebut opsi memblokir Selat Hormuz sebagai salah satu langkah yang dapat digunakan Iran. Jalur laut strategis tersebut merupakan jalur utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

“Kehendak rakyat adalah melanjutkan pertahanan yang efektif dan bersifat penangkal agar musuh menyesali tindakannya,” ujarnya.

Mojtaba menyatakan Iran berbatasan darat maupun laut dengan sekitar 15 negara dan selama ini menginginkan hubungan yang hangat dengan para tetangganya. Namun, ia juga meminta negara-negara kawasan menentukan sikap terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Ia juga mendesak penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara sekitar Iran. Menurutnya, klaim Washington soal menjaga keamanan kawasan tidak lebih dari sebuah kebohongan.

“Negara-negara tersebut harus menentukan posisi mereka terhadap pihak yang telah menyerang tanah air kami dan membunuh rakyat kami,” katanya. (AFP/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya