Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami sejumlah cedera setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada awal kampanye pengeboman di wilayah Iran. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada CNN.
Menurut sumber tersebut, Khamenei yang berusia 56 tahun mengalami patah kaki serta beberapa luka ringan lainnya. Ia juga dilaporkan mengalami memar di sekitar mata kiri dan luka robek kecil di bagian wajah akibat serangan tersebut.
Sebelumnya, seorang sumber dari Israel mengatakan bahwa Khamenei kemungkinan terluka dalam sebuah upaya pembunuhan yang terjadi pada pekan lalu. Isu mengenai cedera yang dialami pemimpin baru Iran itu telah beredar selama beberapa hari di kalangan diplomatik maupun media internasional.
Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan kepada harian The Guardian bahwa Khamenei mengalami cedera dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam serangan tersebut, selain Ali Khamenei, lima anggota keluarga lainnya juga dilaporkan tewas.
Sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat di hadapan publik maupun menyampaikan pernyataan resmi. Menurut Salarian, kondisi kesehatannya setelah serangan kemungkinan menjadi alasan di balik absennya Khamenei dari ruang publik.
“Saya rasa dia tidak berada dalam kondisi yang cukup nyaman untuk menyampaikan pidato,” ujar Salarian.
Sementara itu, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian, mengatakan pada Rabu pagi bahwa dirinya juga mendengar kabar mengenai cedera tersebut.
Namun, dalam pernyataannya kepada Iranian Students News Agency, ia menegaskan bahwa kondisi pemimpin tertinggi Iran saat ini aman dan tidak ada alasan untuk merasa khawatir. (I-1)
Yousef Pezeshkian pastikan kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sehat walafiat usai rumor cedera beredar. Simak profil singkat pengganti Ali Khamenei.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz.
Menurut anggaran Badan Pertahanan Rudal AS pada 2025, radar AN/TPY-2 berharga 136 juta dolar Amerika (sekitar Rp2,31 triliun).
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved