Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026, Mojtaba Khamenei akhirnya merilis pernyataan publik perdananya. Hal tersebut sekaligus menandai arah baru kebijakan luar negeri dan militer Teheran. Pernyataan yang dirilis di tengah konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel ini menjadi sorotan dunia karena nada bicaranya yang sangat keras dan tanpa kompromi.
Pernyataan tersebut dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah pada 12 Maret 2026. Berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi fondasi kepemimpinan Mojtaba Khamenei:
Mojtaba menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyatakan bahwa pembalasan bukan hanya soal satu nyawa pemimpin, melainkan kewajiban atas setiap warga Iran yang menjadi korban serangan udara.
Penutupan Selat Hormuz dipastikan akan terus berlanjut. Mojtaba menyebutkan bahwa leverage ini adalah senjata utama Iran untuk melumpuhkan ekonomi musuh yang bergantung pada pasokan energi global.
Ia memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai landasan serangan oleh Amerika Serikat. Pangkalan militer AS di kawasan tersebut kini berada dalam status target sah militer Iran.
Iran mengklaim telah melakukan kajian strategis untuk membuka front baru di wilayah-wilayah yang tidak terduga oleh musuh. Hal ini mengindikasikan potensi perluasan konflik ke luar perbatasan tradisional Timur Tengah.
Ketidakhadiran fisik Mojtaba dalam penyampaian pidato ini memicu diskusi intelijen global. Meskipun media pemerintah menampilkan foto-fotonya yang tampak sehat, laporan dari berbagai sumber menyebutkan ia mungkin sedang dalam masa pemulihan akibat luka ringan dari serangan rudal di kompleks kediamannya.
Pernyataan perdana Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa Iran di bawah kepemimpinannya akan mengambil jalur yang lebih konfrontatif. Dengan dukungan penuh dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mojtaba tampaknya akan memprioritaskan "Pertahanan Efektif" dan penguatan aliansi regional untuk menghadapi tekanan Barat.
PEMIMPIN tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya menyampaikan pesan kepada publik setelah ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved