Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
TALIBAN, pada Senin, memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi jika Amerika Serikat dan sekutunya belum meninggalkan Afghanistan setelah pekan depan. Itu disampaikan ketika Washington meningkatkan upayanya untuk mengevakuasi puluhan ribu orang yang putus asa untuk keluar dari negara itu.
Ribuan tentara AS telah dikerahkan kembali ke negara itu untuk mengawasi pengangkutan orang asing dan Afghanistan dari bandara Kabul. Tekanan pun meningkat pada Presiden AS Joe Biden untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus untuk penarikan penuh.
Biden dan negara-negara anggota G7 akan bertemu pada Selasa (24/8), yang akan berkoordinasi mengenai Afghanistan dan bagaimana menangani Taliban di atas agenda itu.
"Tujuannya adalah mengeluarkan sebanyak mungkin orang secepat mungkin," kata Juru Bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan, pada Senin. "Fokusnya adalah mencoba melakukan ini sebaik mungkin, pada akhir bulan," tambahnya.
Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan bahwa Gedung Putih yakin bisa mengeluarkan semua orang Amerika pada tenggat waktu tersebut, tetapi bersikeras sebagian besar dari mereka yang dievakuasi setiap hari adalah warga negara Afghanistan.
Sejauh ini, Taliban tidak menunjukkan kesediaan untuk berkompromi.
Juru Bicara Suhail Shaheen mengatakan kepada Sky News bahwa kehadiran militer asing di luar batas waktu yang disepakati akan memperpanjang pendudukan. "Jika AS atau Inggris mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi - jawabannya tidak... akan ada konsekuensinya," katanya.
Taliban saat ini sedang bekerja untuk membentuk pemerintahan, tetapi dua sumber dalam gerakan itu mengatakan kepada AFP bahwa tidak akan ada pengumuman di kabinet sampai tentara AS terakhir meninggalkan Afghanistan. (AFP/OL-13)
Baca Juga: FDA Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer untuk 16 Tahun ke Atas
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah memanas.
IRGC luncurkan gelombang ke-38 Operasi True Promise 4. Pangkalan Al-Udairi di Kuwait dan markas Fifth Fleet AS di Mina Salman Port hancur diserang rudal dan drone.
Utusan Iran Amir Saeid Iravani sebut rancangan resolusi DK PBB bias dan rusak reputasi PBB karena bela agresi AS-Israel. Cek data korban sipil Iran di sini.
Update konflik Iran 2026: Serangan gabungan AS-Israel di Distrik Vahdat Fardis tewaskan 3 orang. Simak kronologi, motif regime change, dan reaksi Rusia.
Steve Witkoff, utusan khusus Donald Trump, sebut program rudal Iran sebagai ancaman eksistensial dan batas tegas bagi AS. Simak alasan ketegangan di Teheran.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, akui tak punya gambaran akhir operasi militer AS di Iran. Simak update terbaru konflik Timur Tengah & reaksi Rusia di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved