Senin 14 Juni 2021, 19:28 WIB

Amerika sampai Iran Tanggapi Pemerintah Baru Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Amerika sampai Iran Tanggapi Pemerintah Baru Israel

AFP/Emmanuel Dunand.
Presiden Israel yang akan keluar Reuvin Rivlin (tengah) diapit oleh PM Naftali Bennett (kiri) dan Yair Lapid.

 

SEKUTU Israel berbaris untuk memberi selamat kepada nasionalis Yahudi, Naftali Bennett, Senin (14/6). Ucapan itu setelah ia menggulingkan mantan sekutu sayap kanan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri negara itu.

Pesan-pesan yang berisi seruan untuk perdamaian dan keamanan di kawasan itu sangat kontras dengan yang datang dari penentang Israel. Para penentangnya hanya memberikan sedikit harapan akan perubahan dari rezim baru.

Joe Biden

"Israel tidak memiliki teman yang lebih baik daripada Amerika Serikat," kata Presiden Joe Biden dalam pernyataan yang mengungkapkan salam hangat untuk pemimpin baru Israel.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Perdana Menteri Bennett untuk memperkuat semua aspek hubungan yang erat dan langgeng antara kedua negara kita."

Dalam panggilan telepon kemudian, Biden mengatakan kepada Bennett bahwa Washington berkomitmen penuh untuk bekerja dengan pemerintah Israel yang baru untuk memajukan keamanan, stabilitas, dan perdamaian bagi orang Israel, Palestina, dan orang-orang di seluruh wilayah yang lebih luas, menurut pernyataan Gedung Putih.

Vladimir Putin

"Kerja sama Rusia-Israel akan membantu memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah," kata Presiden Rusia Vladimir Putin. "Tidak diragukan lagi itu adalah kepentingan vital rakyat kami," kata Putin.

Prancis

Prancis menggarisbawahi komitmennya yang teguh terhadap keamanan negara Israel dan tekadnya untuk bekerja bersamanya untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional. Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan Paris siap mendukung segala upaya untuk melanjutkan dialog antara Israel dan Palestina dengan tujuan untuk penyelesaian konflik yang adil dan langgeng.

Angela Merkel

"Jerman dan Israel terhubung oleh persahabatan unik yang ingin kami perkuat lebih lanjut," kata Kanselir Jerman Angela Merkel.

Justin Trudeau

"Kanada tetap teguh dalam komitmennya terhadap solusi dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup dalam damai, keamanan, dan martabat," Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan pada Minggu (13/6).

"Kanada dan Israel adalah teman dekat yang terikat bersama oleh nilai-nilai demokrasi bersama, sejarah panjang kerja sama, dan hubungan antarwarga yang dinamis," kata Trudeau.

Uni Eropa

"Menantikan penguatan kemitraan (UE-Israel) untuk kemakmuran bersama dan menuju perdamaian dan stabilitas regional yang langgeng," cuit Presiden Dewan Uni Eropa kata Charles Michel di Twitter.

PM Palestina

"Penggulingan Netanyahu menandai "akhir dari salah satu periode terburuk dalam sejarah konflik Israel-Palestina," ujar Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh. Ia melanjutkan pemerintah baru tidak memiliki masa depan kecuali mengakui hak sah rakyat Palestina. "Kami tidak melihat pemerintahan baru ini lebih buruk dari yang sebelumnya."

Iran

"Saya tidak berpikir bahwa kebijakan rezim pendudukan di Jerusalem akan berubah dengan kedatangan orang ini atau kepergian orang itu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh.

 

Hamas

 

"Perubahan dalam kepemimpinan Israel tidak mengubah sifat hubungan kita," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum. "Ini masih merupakan kekuatan penjajah dan pendudukan yang harus kita lawan." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

PM Kamboja Ingin Pulihkan Posisi Myanmar di ASEAN

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 Desember 2021, 15:24 WIB
Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak para jenderal menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi pada...
Handout / Ukrainian presidential press-service / AFP

Biden Ancam Putin dengan Sanksi Ekonomi Terkait Krisis Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:58 WIB
Presiden AS Joe Biden akan memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang konsekuensi ekonomi yang parah jika Rusia melanjutkan...
 Kirill KUDRYAVTSEV / AFP

Dianggap Promosikan ujaran Kebencian, Facebook Dituntut Pengungsi Rohingya US$150 miliar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:34 WIB
Kelompok mayoritas Muslim itu menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar, di mana mereka dihina sebagai penyelundup meskipun telah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya