Senin 14 Juni 2021, 19:09 WIB

Palestina Anggap Pemerintah Baru Israel Sama saja atau Lebih Buruk

Mediaindonesia.com | Internasional
Palestina Anggap Pemerintah Baru Israel Sama saja atau Lebih Buruk

AFP/Majdi Mohammed.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh (kiri) menyapa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di kota Ramallah, Tepi Barat.

 

PEJABAT di Otoritas Palestina dan kelompok pejuang Hamas mengeluarkan tanggapan terhadap berita koalisi pemerintahan baru di Israel yang menggulingkan Benjamin Netanyahu setelah 12 tahun menjabat. Di Ramallah, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina memperkirakan ada beberapa perubahan dalam kebijakan Israel terhadap Palestina di bawah koalisi delapan partai Perdana Menteri Naftali Bennett yang rapuh.

"Kali ini, pemerintahan tanpa Netanyahu dibentuk di Israel. Namun, tidak akurat untuk menyebutnya sebagai pemerintah perubahan, kecuali ada yang mengatakan bahwa Netanyahu tidak lagi ada di sana," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri PA. "Mengenai kebijakan (pemerintah baru), kami memperkirakan bahwa kami tidak akan melihat perbedaan atau bahkan mungkin lebih buruk."

Pada Senin (14/6), Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan kepergian Netanyahu menutup bab salah satu periode terburuk dari konflik Israel-Palestina. Tetapi Shtayyeh juga mengatakan dia tidak berada di bawah ilusi tentang pemerintah baru atau kemungkinannya untuk memajukan perjanjian damai dengan Palestina.

 

Di Jalur Gaza, Hamas mengatakan akan terus berperang melawan pemerintah Israel dalam bentuk apapun.
Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas, mengatakan, "Setiap pemerintah Israel ialah entitas penjajah pemukim yang harus dilawan dengan segala bentuk perlawanan, terutama perlawanan bersenjata."

Barhoum mengatakan bahwa perilaku pemerintah ini di lapangan akan menentukan cara dan sifat menanganinya di lapangan. Israel dan Hamas berperang 11 hari bulan lalu yang dijuluki Operasi Penjaga Tembok dimulai pada 10 Mei ketika Hamas menembakkan rentetan roket ke Jerusalem sebagai tanggapan atas bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina di Jerusalem Timur.

Netanyahu telah lama memiliki hubungan antagonis dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas karena pembicaraan damai secara efektif terhenti selama dekade terakhir. Netanyahu dianggap bersekutu erat dengan mantan presiden Donald Trump yang dilihat orang Palestina sebagai bias terhadap Israel dan Palestina.

 

Namun Bennett, mantan ketua dewan pemukim Yesha, tidak dipandang sebagai wajah yang ramah oleh orang-orang Palestina. Bennett telah lama bersumpah untuk mencegah pembentukan negara Palestina dan telah menggunakan bahasa yang menghasut di masa lalu ketika berbicara tentang Palestina dan Arab Israel.

Bennett pernah berkata bahwa dia telah membunuh banyak orang Arab dalam hidupnya dan tidak ada yang salah dengan itu. Tapi, seorang penasihat utama baru-baru ini menganggap bahwa dia hanya membuat retorika yang membara.  (Times of Israel/OL-14)

Baca Juga

Ilustrasi

Prancis Tarik Duta Besarnya di Australia dan AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:18 WIB
Menlu Jean-Yves Le Drian mengatakan Presiden Emmanuel Macron memerintahkan penarikan kembali para utusan setelah Canberra membatalkan...
medcom

AS Akui Serangan di Kabul Tewaskan 10 Warga Sipil bukan Militan ISIS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 18 September 2021, 09:45 WIB
Serangan itu, kata McKenzie, dimaksudkan untuk menargetkan operasi ISIS yang diduga oleh intelijen AS bertujuan untuk menyerang bandara...
AFP

90 Persen Warga Mumbai Diperkirakan Telah Miliki Antibodi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 21:59 WIB
Hampir 90 persen dari warga ibu kota India, Mumbai, diperkirakan telah mempunyai antibodi COVID-19, menurut survei badan sipil yang dirilis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya