Selasa 11 Mei 2021, 08:31 WIB

Rumah Sakit di Jerusalem Timur Kewalahan Pascabentrokan di Al-Aqsa

Basuki Eka Purnama | Internasional
Rumah Sakit di Jerusalem Timur Kewalahan Pascabentrokan di Al-Aqsa

AFP/ABBAS MOMANI
Warga Palestina melemparkan batu ke arah polisi Israel di Jerusalem.

 

WARGA Palestina yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Senin (10/5), mememuhi koridor rumah sakit di Jerusalem Timur, beberapa di antaranya kehilangan penghlihatan akibat terkena peluru karet.

Ezzedine, tukang kayu berusia 19 tahun asal Kota Nablus, Tepi Barat, mengaku dokter di Rumah Sakit Makassed mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan bisa melihat lagi menggunakan mata kirinya yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel.

Dia mengaku datang ke Al-Aqsa untuk menjalankan salat Ramadan pada Jumat (7/5) malam ketika polisi Israel menembakkan flashbang dan gas air mata.

Baca juga: Pasukan Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa Senin Pagi

"Mereka ingin merebut wilayah yang bukan milik mereka," ujar Ezzedine mengacu pada lokasi tersuci ketiga dalam agama Islam, yang disebut warga Yahudi sebagai Temple Mount.

Israel bersikeras mereka menjamin hak umat muslim beribadah di Al-Aqsa. Polisi, lanjut 'Negeri Zionis' itu hanya berusaha menekan kerusuhan setelah warga Palestina melempari batu ke arah mereka.

Lebih dari 700 warga Palestina dan lebih dari dua lusin polisi Israel terluka dalam bentrokan di Al-Aqsa dan wilayah Jerusalem lainnya sejak Jumat (7/5).

Direktur Rumah Sakit Makassed Adnan Farhoud mengatakan sebanyak 100 pasien datang ke rumah sakitnya pada Senin (10/5) pagi dengan total sekitar 200 orang sejak kerusuhan terjadi.

Menurutnya, luka yang dialami para pasien adalah di bagian kepala, dada, dan tangan. Dia menuding polisi Israel dengan sengaja ingin menyebabkan luka yang parah.

"Ketika Anda ingin melukai seseorang, Anda mengincar kepala," ujar Farhoud. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Soal Pakta Keamanan, Prancis Tuduh Australia-AS Berdusta

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 08:15 WIB
PRANCIS menuduh Australia dan Amerika Serikat berbohong dalam krisis atas pakta...
AFP/David Gray

267 Demonstran Australia Penentang Lockdown Ditahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 20:45 WIB
Australia tengah berjuang melawan wabah varian Delta COVID-19 sejak pertengahan Juni dengan memberlakukan penguncian ketat di Sydney,...
nytimes.com

10 Ribu Migran Mayoritas dari Haiti Tinggal di Bawah Jembatan Texas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:48 WIB
Lebih dari 10.000 migran sebagian besar warga Haiti ditempatkan di sebuah kamp kumuh di bawah jembatan di Texas selatan pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya