Jumat 30 April 2021, 21:42 WIB

Abbas Tunda Pemilu Palestina, Hamas Mengecamnya

Mediaindonesia.com | Internasional
Abbas Tunda Pemilu Palestina, Hamas Mengecamnya

AFP/Mohammed Abed.
Pendukung Hamas berdemonstrasi di Jabalia di Jalur Gaza, Jumat (30/4), menyusul penundaan pemilihan Palestina yang akan datang.

 

PRESIDEN Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa pemilihan umum ditunda sampai Israel menjamin pemungutan suara dapat dilakukan di Yerusalem timur yang dicaplok. Berbicara dalam pertemuan faksi-faksi Palestina, Abbas mengatakan dia telah mendesak komunitas internasional untuk mendorong Israel mengizinkan kampanye dan pemungutan suara di Yerusalem timur, daerah yang dicaplok oleh negara Yahudi pada 1967 yang diklaim Palestina sebagai ibu kota masa depan mereka.

Namun Abbas mengatakan, Jumat (30/4), pemungutan suara tidak dapat dilanjutkan karena Israel tidak memberikan jaminan mengenai Yerusalem menjelang pemilihan legislatif dan presiden yang dijadwalkan masing-masing pada 22 Mei dan 31 Juli. Warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza yang diblokade telah menyuarakan harapan bahwa pemilu berlangsung setelah penantian 15 tahun untuk membantu memperbaiki sistem politik mereka yang retak.

Pemungutan suara itu dilakukan menyusul kesepakatan antara gerakan sekuler Fatah Abbas yang mengontrol Tepi Barat dan saingan lama Hamas, yang menguasai Gaza. Hamas pada Jumat mengecam penundaan Abbas sebagai kudeta terhadap kemitraan (mereka) dan mengatakan dia akan memikul tanggung jawab penuh atas keputusan dan konsekuensinya.

Penundaan itu berisiko mengobarkan ketegangan dalam masyarakat Palestina yang terpecah secara politik. Para pengunjuk rasa di ibu kota politik Tepi Barat Ramallah dengan cepat mengecam langkah Abbas.

"Kita memiliki seluruh generasi muda yang tidak tahu apa arti pemilu," kata pengunjuk rasa Tariq Khudairi kepada AFP. "Generasi ini berhak memilih pemimpinnya," katanya.

Warga Palestina juga bentrok di Yerusalem timur dengan polisi Israel yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di luar tembok Kota Tua. Pengkritik Abbas menuduh bahwa dia akan menggunakan masalah Yerusalem untuk mengulur waktu karena prospek politik Fatah memburuk.

Hamas, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh sebagian besar negara Barat, dipandang lebih terorganisasi daripada Fatah dan ditempatkan dengan baik untuk mendapatkan tempat di Tepi Barat.

Abbas juga menghadapi tantangan dari kelompok sempalan Fatah, termasuk satu yang dipimpin oleh Nasser al-Kidwa, keponakan dari pemimpin ikonik Palestina Yasser Arafat, dan satu lagi oleh mantan kepala keamanan Fatah yang kuat dan diasingkan, Mohammed Dahlan. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Rilis, Hasil Autopsi Lansia Palestina yang Meninggal setelah Ditahan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:01 WIB
Omar Assad, 78, ditemukan tidak responsif pada dini hari 12 Januari lalu, beberapa menit setelah tentara Israel meninggalkannya di halaman...
AFP/Jack Guez.

Film Israel Tampilkan Dugaan Pembantaian Warga Palestina pada 1948

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Tantura merupakan desa pesisir Mediterania di barat laut dari tempat yang sekarang disebut Israel. Tempat itu menjadi saksi pertempuran...
JENS SCHLUETER / AFP

Jerman Catat Rekor Kasus Harian Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:22 WIB
Pada awal pandemi virus korona, Jerman lebih berhasil dari pada banyak negara Eropa lainnya dalam mencegah penyberan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya