Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus segera melakukan embargo senjata dan menjatuhkan sanksi terhadap militer militer Myanmar. Hal itu ditegaskan oleh seorang pakar hak asasi manusia (HAM) di PBB.
Dalam laporan terbaru, Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di Myanmar, Thomas Andrews, menyerukan komunitas internasional untuk bertindak cepat dan tegas untuk menuntut kembalinya demokrasi di Myanmar.
Dewan Keamanan PBB, lanjut dia, harus segera memberlakukan embargo senjata global dan menjatuhkan sanksi ekonomi yang menargetkan militer Myanmar dan sumber pendapatannya.
Baca juga: Aung San Suu Kyi Hadapi Dakwaan Baru, Aksi Protes Berlanjut
Berikut, merujuk krisis di Myanmar ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk diselidiki. Pun, ada potensi untuk menuntut kekejaman yang terjadi, termasuk genosida, kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.
Di samping itu, PBB dan komunitas internasional harus menyangkal pengakuan junta militer sebagai pemerintah sah di Myanmar. "Saya mendesak anggota Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan kebrutalan tak henti-hentinya di Myanmar," ujar Andrews dalam sebuah pernyataan.
Kudeta militer mulai berkuasa di Myanmar sejak 1 Februari lalu. Aksi itu mengakhiri percobaan demokrasi selama satu dekade dan memicu pemberontakan massal.(CNA/OL-11)
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Serangan Rusia di Bogodukhiv, Ukraina, tewaskan 4 warga sipil termasuk 3 balita. Tragedi ini terjadi di tengah upaya negosiasi damai di Abu Dhabi.
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
Hilangnya nyawa dalam insiden terbaru ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan persuasif tanpa ketegasan hukum tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.
Sepanjang 2025, pihaknya menerima sebanyak 47 pengaduan yang melibatkan 49 pegawai.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Pemeriksaan intensif terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah usai tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone yang menelan 22 korban jiwa.
Ketegasan sikap kepolisian dalam kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap seluruh anggota agar tidak lagi melakukan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
Tindakan tersebut tidak pantas secara etika maupun kemanusiaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved