Jumat 19 Februari 2021, 15:56 WIB

Ikuti Australia, Kanada Akan Paksa Facebook Bayar Royalti Berita

Antara | Internasional
Ikuti Australia, Kanada Akan Paksa Facebook Bayar Royalti Berita

ENIS CHARLET / AFP
Facebook dan Google

 

KANADA berkomitmen untuk mengikuti langkah Australia, melalui undang-undang akan mewajibkan Facebook membayar ke penerbit untuk artikel berita yang masuk ke platform tersebut.

"Kanada ada di garis depan pertempuran ini... Kami masuk ke kelompok pertama negara-negara di dunia yang melakukan hal ini," kata Menteri Warisan Budaya Kanada, Steven Guilbeault, dikutip dari Reuters, hari ini.

Australia sedang merencanakan undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan seperti Facebook dan Google untuk membayar ke penerbit berita untuk artikel yang dimuat di platform mereka.

Baca juga: Facebook Blokade Akses, Australia Bergeming

Diskusi antara Facebook dan pemerintah Australia belum menemui titik temu, jejaring sosial tersebut akhirnya memblokir konten berita dari penerbit Australia mulai pekan ini.

Menurut Guilbeault, Kanada mungkin akan mengadopsi cara Australia, bahwa Facebook dan Google diminta membuat kesepakatan dengan penerbit berita soal harga artikel yang masuk ke platform media sosial mereka.

Jika tidak menemukan kesepakatan, pemerintah akan menunjuk wasit untuk menetapkan harga. Pilihan lainnya, mengikuti cara Prancis yaitu platform media sosial berdiskusi dengan penerbit untuk remunerasi konten.

"Saya perkirakan akan ada lima, sepuluh atau lima belas negara yang mengadopsi aturan serupa. Apakah Facebook akan memutus hubungan dengan Jerman, dengan Prancis?" kata Guilbeault.

Organisasi media di Kanada tahun lalu menyatakan ada potensi kerugian jika tidak ada campur tangan pemerintah. Menurut mereka, cara yang dilakukan Australia akan membantu memulihkan penerbit senilai 620 juta dolar Kanada per tahun.

Jika tidak melakukan apa-apa, Kanada akan kehilangan 700 pekerjaan di media cetak dari total 3.100. (OL-4)

Baca Juga

AFP

Saudi Tolak Penilaian AS tentang Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:13 WIB
Laporan AS tersebut mengatakan bahwa mengingat pengaruh Pangeran Mohammed, sangat tidak mungkin pembunuhan itu terjadi tanpa lampu hijau...
AFP/Mario Tama

CDC: AS Telah Berikan 70,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:00 WIB
Menurut CDC, penghitungan dosis vaksin tersebut untuk Moderna dan Pfizer/BioNTech pukul 06.00 ET pada Jumat, kata badan...
Yasin AKGUL / AFP

AS Jatuhkan Sanksi pada Unit Elite Saudi atas Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:45 WIB
Presiden AS Joe Biden mendeklasifikasi laporan intelijen yang menemukan bahwa Putra Mahkota Mohammed memerintahkan pembunuhan Khashoggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya