Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kamis (4/2), mengatakan AS tidak lagi akan tinggal diam menghadapi aksi agresif Rusia dan menuntut dibebaskannya penentang Kremlin, Alexei Navalny.
Dalam pesan keras yang berbanding terbalik dari sikap pendahulunya, Donald Trump, Biden memperingatkan mengenai semakin kuatnya otoritarianisme di Rusia dan Tiongkok.
Pidato Biden di Departemen Luar Negeri AS itu menempatkan Rusia kembali di garis depan agenda diplomatik AS setelah selama empat tahun era Trump, Rusia dikesampingkan dengan Trump berulang kali menolak mengkritik Presiden Vladimir Putin.
Baca juga: Trump Menolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan
Biden mengatakan, dalam sambungan telepon pertamanya dengan Putin sejak dilantik, 20 Januari lalu, dia dengan tegas mengatakan hubungan antara kedua negara akan berubah.
"Kami tidak akan ragu lagi berhadapan dengan Rusia dan membela kepentingan dan warga AS," tegas Biden menggarisbawahi serangan siber dan campur tangan dalam pemilu AS yang dituding dilakukan Moskow.
"Hari-hari AS tunduk telah berakhir," imbuhnya.
Biden juga menggunakan pidatonya untuk mengecam perlakuan Rusia terhadap Navalny, hal yang pasti memicu reaksi keras dari Kremlin.
Navalny, salah satu lawan politik terakhir Putin, selamat dari keracunan parah pada tahun yang disebutnya dilakukan badan rahasia Rusia.
Dia kini dipenjara di Moskow saat jutaan orang lainnya ditahan karena menggelar aksi protes atas namanya.
"Upaya Rusia menekan kebebasan berekspresi dan aksi demonstrasi damai menarik perhatian kami dan komunitas internasional," kata Biden.
"Navalny, seperti warga Rusia lainnya, memiliki hak berdasarkan undang-undang Rusia. Dia dijadikan target karena menungkapkan korupsi. Dia harus segera dibebaskan tanpa syarat," lanjutnya. (AFP/OL-1)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved