Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih kembali menjadi sorotan. Kali ini, publik dikejutkan dengan hadirnya instalasi baru bertajuk Presidential Walk of Fame, berupa deretan plakat yang dipasang memanjang di koridor Sayap Barat (West Wing).
Alih-alih bernada formal seperti instalasi sejarah pada umumnya, plakat-plakat ini justru tampil mencolok dengan gaya bahasa santai, tajam, dan menyerupai unggahan media sosial.
Mengutip video Instagram @cnn, koresponden utama Gedung Putih Kaitlan Collins melaporkan bahwa sejumlah plakat memuat narasi keras yang menyasar mantan presiden dari Partai Demokrat.
Salah satunya menyebut Barack Obama sebagai “salah satu tokoh politik paling memecah belah dalam sejarah Amerika Serikat”.
Sementara itu, Joe Biden tak luput dari kritik. Dalam salah satu plakat, Biden disebut dengan julukan “Sleepy Joe Biden” dan dilabeli sebagai “Presiden Amerika Serikat terburuk sepanjang sejarah”. Bahkan, kebijakan-kebijakannya diklaim telah membawa negara ke ambang kehancuran.
Tak semua plakat bernada menyerang. Beberapa di antaranya justru memuat pujian, terutama terhadap tokoh-tokoh yang dikenal dikagumi oleh Donald Trump.
Pada plakat Ronald Reagan, misalnya, tertulis narasi bernada positif, termasuk klaim bahwa Reagan merupakan penggemar Trump jauh sebelum Trump terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai presiden.
Kaitlan Collins mengungkapkan bahwa Presiden Trump menulis sendiri sebagian isi plakat-plakat tersebut. Hal inilah yang menjelaskan mengapa gaya bahasanya terasa sangat familiar, mirip dengan unggahan Trump di platform Truth Social. (Video reels Instagram @cnn dan @cnnpolitics (Kaitlan Collins)/Z-10)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Presiden Donald Trump resmi menarik AS dari 66 organisasi internasional. Gedung Putih menyebut efisiensi anggaran dan kedaulatan sebagai pemicu utama.
Pemerintah AS merilis situs resmi yang menulis ulang sejarah serangan 6 Januari 2021. Simak klaim kontroversial mengenai pengampunan massal dan tuduhan terhadap aparat.
Pihak Bill Clinton beraksi keras setelah Gedung Putih merilis foto lama sang mantan presiden bersama Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Tudingan "kambing hitam" mencuat.
Presiden Donald Trump tampak beberapa kali memejamkan mata selama rapat Kabinet berdurasi lebih dari tiga jam.
Sabrina Carpenter mengecam Gedung Putih setelah lagunya “Juno” dipakai dalam video yang menampilkan penggerebekan ICE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved